Isuzu Karawang Plant Capai 300.000 Unit Produksi, Ekspor ke 25 Negara dalam Satu Dekade

Penulis: Tedy Rustandi  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 10:25:32 WIB
Isuzu Karawang Plant memproduksi kendaraan komersial yang akan diekspor ke 25 negara.

MALUKU — Isuzu Karawang Plant (IKP) bukan sekadar pabirk perakitan biasa. Dalam sepuluh tahun terakhir, fasilitas ini berhasil memproduksi 300.000 unit kendaraan komersial. Presiden Direktur IAMI, Masayasu Hideshima, menegaskan bahwa IKP telah berkembang menjadi fasilitas manufaktur berstandar global dan bagian penting dari jaringan produksi Isuzu dunia.

Ekspor ke 25 Negara dan Kontribusi Devisa

Aktivitas ekspor IKP dimulai pada 2019. Kini, kendaraan buatan Karawang telah dikirim ke 25 negara. Beberapa di antaranya adalah Jepang—pasar yang terkenal ketat dalam standar kualitas—Afrika Selatan, Filipina, dan Panama.

"Pencapaian produksi 300.000 unit di Isuzu Karawang Plant merupakan tonggak penting dalam perjalanan PT Isuzu Astra Motor Indonesia," ujar Hideshima di Karawang, Senin (20/7/2026). Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah, dealer, pemasok, hingga pelanggan.

Tiga Model Utama dan Kandungan Lokal yang Terus Meningkat

IKP saat ini memproduksi tiga model utama Isuzu: Traga, ELF, dan GIGA. Pabrik ini juga merakit kendaraan UD Trucks, yakni UD Quester dan UD Kuzer, untuk kebutuhan domestik.

Komitmen terhadap industri lokal tercermin dari tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Isuzu Traga mencatat TKDN tertinggi di angka 46,45 persen, disusul Isuzu GIGA sebesar 38,07 persen, dan Isuzu ELF 33,04 persen. Tingginya kandungan lokal ini memberikan efek berganda bagi perekonomian.

IKP kini mempekerjakan 884 karyawan. Keterlibatan vendor lokal juga mendorong transfer teknologi, sehingga industri komponen nasional mampu memenuhi standar kualitas global Isuzu.

Langkah Selanjutnya: Kendaraan Ramah Lingkungan

Ke depan, Isuzu berkomitmen meningkatkan kualitas produksi untuk memenuhi pasar dalam dan luar negeri. Perusahaan juga akan menghadirkan kendaraan komersial yang semakin ramah lingkungan guna memenuhi regulasi emisi yang terus berkembang di berbagai negara.

"Kami akan terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing manufaktur nasional, memperbesar kontribusi ekspor, serta menghadirkan kendaraan komersial yang mampu menjadi mitra bisnis terbaik bagi pelanggan," pungkas Hideshima.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top