AMBON — Komandan Lanud Pattimura, Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar, menyatakan bahwa kegiatan karya bakti ini merupakan bentuk pengabdian nyata TNI AU kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa aksi bersih-bersih ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong.
"Melalui karya bakti, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," kata Adhi dalam keterangannya, Minggu.
Mengapa Pelabuhan Ikan Laha Dipilih?
Lokasi tersebut sengaja dipilih karena merupakan pusat aktivitas perikanan yang vital bagi perekonomian warga pesisir. Menurut Adhi, lingkungan yang bersih akan memberikan kenyamanan bagi nelayan saat beraktivitas sekaligus mendukung terciptanya kawasan pesisir yang sehat dan produktif.
Pelabuhan ini setiap hari menjadi tempat sandar kapal dan bongkar muat ikan, sehingga kebersihannya sangat memengaruhi kualitas hasil tangkapan dan kesehatan para nelayan.
Hasil Karya Bakti: 50 Kantong Sampah Terkumpul
Dalam aksi tersebut, personel Lanud Pattimura berhasil mengumpulkan sedikitnya 50 kantong sampah. Sampah-sampah itu diangkut dari area pelabuhan, dermaga, dan sekitar pesisir yang selama ini menjadi titik kritis timbunan limbah.
Adhi menambahkan bahwa pihaknya berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus dipelihara. "Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan menjadi budaya yang dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Bukan Sekadar Seremonial
Peringatan Hari Bakti ke-79 TNI AU tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan udara. Berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat juga digelar, termasuk aksi bersih pantai ini.
Kehadiran TNI AU di tengah masyarakat, kata Adhi, tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga kedaulatan wilayah udara. Kegiatan sosial seperti ini menjadi bukti bahwa institusi militer juga peduli terhadap kelestarian lingkungan pesisir dan kesejahteraan warga.