LANGGUR — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melihat festival pendidikan bukan sekadar acara seremonial tahunan. Kegiatan yang baru saja dibuka di Katolik Center ini justru menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan kreativitas dan semangat kompetisi sehat di kalangan pelajar.
"Festival ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wadah untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan semangat kompetisi yang sehat serta rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan di kalangan peserta didik," kata Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam saat membuka acara, Kamis (23/7/2026).
Menurut Rahantoknam, proses belajar tidak boleh dibatasi oleh empat dinding ruang kelas. Anak-anak membutuhkan ruang alternatif untuk mengekspresikan kemampuan, mengasah keterampilan, dan membangun kepercayaan diri.
"Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk mengekspresikan kemampuan, mengasah keterampilan, serta membangun kepercayaan diri melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka," ujarnya.
Festival ini mempertemukan proses pembelajaran formal dengan pengembangan karakter. Berbagai lomba dan kegiatan yang digelar dirancang untuk mendorong siswa berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di depan umum.
Rahantoknam menegaskan bahwa pengembangan potensi generasi muda merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Anak-anak yang mendapat kesempatan berkembang sejak dini dinilai akan memiliki bekal lebih baik menghadapi tantangan ke depan.
"Melalui festival ini kami berharap akan lahir talenta-talenta muda unggulan yang dapat membawa nama baik Maluku Tenggara ke kancah yang lebih luas," kata Rahantoknam.
Festival Pendidikan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-137 SD Naskat Mathias I Langgur yang akan diperingati pada Januari 2027. Acara melibatkan siswa, guru, orang tua, alumni, serta berbagai pihak yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di Maluku Tenggara.