Mercy Barends Dorong Regenerasi Petani Rempah di Leihitu Barat, Maluku Tengah, Bagikan Puluhan Ribu Bibit Cengkeh dan Pala

Penulis: Ramli Siregar  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:28:02 WIB

MALUKU TENGAH — Puluhan ribu bibit cengkeh dan pala telah dibagikan Mercy Chriesty Barends ke berbagai daerah di Maluku selama tiga periode ia menjabat sebagai anggota DPR RI. Komitmen itu diakuinya sudah dimulai sejak masih duduk di DPRD Provinsi Maluku. Kini, ia mendorong agar setiap lahan produktif di Leihitu Barat dikelola secara terencana dengan melibatkan anak muda.

Anak Muda Harus 'Turun Gunung' Kelola Rempah

Dalam diskusi bertema "Cengkeh, Pala, dan Petani Rempah: Merawat Warisan Leluhur, Menggerakkan Ekonomi Kepulauan di Maluku", Mercy menyebut sejumlah pemuda di Negeri Alang sudah melakukan terobosan. Hasil panen mereka, kata dia, mampu memberikan skala ekonomi tinggi. "Petani rempah yang sudah berusia lanjut harus dikombinasikan dengan semangat dan kreativitas generasi muda," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Menurut Mercy, kebangkitan sektor rempah tidak cukup hanya mengandalkan cara tradisional. Regenerasi petani harus diperkuat dengan inovasi dan penguasaan teknologi. Ia mendorong pemerintah negeri bersama BPP Leihitu Barat menjadi fasilitator yang menghimpun pemuda di setiap desa untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis komoditas unggulan.

Pemasaran Digital Jadi Kunci Perluasan Pasar

Mercy menekankan pentingnya digital marketing agar hasil pertanian tidak lagi bergantung pada pasar fisik. "Produk dari Hatu, Lilibooy, Alang dan desa-desa lainnya harus dikenal masyarakat di luar Maluku bahkan dunia melalui pasar digital," tegasnya. Ia mencontohkan, setiap desa memiliki potensi unggulan yang berbeda — ada cengkeh dan pala, ada pula perikanan, teripang, udang, sagu, atau kopra. Semuanya, kata Mercy, berpeluang besar bila dipasarkan secara cerdas.

Situasi efisiensi anggaran yang saat ini dihadapi masyarakat, lanjut Mercy, tidak boleh mematahkan semangat mengembangkan sektor produktif. "Rakyat hari ini berusaha bertahan dengan kemampuan mereka sendiri. Sebagai anggota DPR RI, saya merasa berkewajiban hadir bersama masyarakat, memberikan gagasan, solusi dan dukungan agar mereka tetap mampu berkembang," paparnya.

Peta Jalan Sentra Rempah dan Nilai Tambah

Dalam diskusi tersebut, Mercy juga mendorong pemerintah negeri dan penyuluh pertanian menyusun peta jalan pengembangan kawasan unggulan berbasis rempah di Leihitu Barat. Jika Lilibooy, Hatu, dan Alang unggul di cengkeh dan pala, maka kawasan itu harus ditata menjadi sentra rempah dengan rantai nilai dari produksi hingga pengolahan. "Sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.

Selain itu, ia mengajak petani memanfaatkan setiap lahan produktif sebagai sumber pendapatan keluarga. Penyuluh pertanian diminta mendampingi petani menghitung nilai ekonomi lahannya agar pengembangan usaha lebih terencana. "Jangan biarkan lahan produktif menganggur. Masyarakat harus mulai melihat aset yang dimiliki sebagai sumber pendapatan keluarga yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ungkap Mercy.

Para petani yang hadir dalam acara itu juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pengembangan komoditas rempah, peningkatan produktivitas, dan akses pasar. Mercy berjanji akan menindaklanjuti masukan tersebut melalui jalur legislatif dan koordinasi dengan kementerian terkait.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: gesuri.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top