Mahasiswa FEBI UIN Ambon Mulai Magang di BMH Maluku, Belajar Kelola Zakat dan Keuangan Syariah

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 10:10:31 WIB
Puluhan mahasiswa FEBI UIN Ambon resmi memulai magang di LAZNAS BMH Maluku, Kamis (30/7/2026).

AMBON — Puluhan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon resmi diterima sebagai peserta magang di LAZNAS BMH Perwakilan Maluku. Prosesi penerimaan berlangsung di Kantor BMH Maluku, Ambon, Kamis (30/7/2026).

Para mahasiswa ini akan terlibat langsung dalam praktik pengelolaan zakat, termasuk aspek administrasi, akuntabilitas, hingga transparansi lembaga. Program ini merupakan bagian dari kurikulum magang Perbankan dan Badan Usaha FEBI UIN Abdul Muthalib Sangadji untuk tahun akademik 2026/2027.

Bekal Praktis Pengelolaan Zakat untuk Mahasiswa

Kepala Perwakilan BMH Maluku, Supriyanto, menegaskan pihaknya siap memberikan pendampingan penuh kepada para peserta magang. Ia menyebut program ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan ruang untuk membangun kompetensi sumber daya manusia ekonomi syariah.

“Program magang ini menjadi wujud sinergi antara dunia akademik dan lembaga pengelola zakat dalam menyiapkan SDM ekonomi syariah yang kompeten dan profesional,” kata Supriyanto.

Ia menambahkan, para mahasiswa akan diajak memahami lebih dari sekadar administrasi. Inovasi dalam pengelolaan zakat untuk pemberdayaan masyarakat menjadi fokus pendampingan di lapangan.

Harapan Dosen Pembimbing: Mahasiswa Paham Dinamika Lembaga Non-Profit

Rombongan mahasiswa diantar langsung oleh dosen pembimbing lapangan, Ardhiatul Halima Tuasalamony, M.Ak. Ia mengapresiasi kesediaan BMH Maluku menjadi mitra kampus dalam menjembatani teori dan praktik di lapangan.

“Kami berharap para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis mengenai pengelolaan keuangan syariah, tata kelola lembaga zakat, serta dinamika badan usaha non-profit sebagai bekal di dunia kerja,” ujar Ardhiatul.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori ekonomi Islam, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan yang memperkuat profesionalisme. Hal ini menjadi bekal penting saat mereka berkarier di industri keuangan dan lembaga sosial keagamaan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: bmh.or.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top