AMBON — Penyesuaian harga BBM non-subsidi terbaru di wilayah Maluku dan Papua membawa kabar baik bagi pengguna kendaraan bermotor. Selain Pertamax yang turun Rp 350 per liter, harga Pertamax Turbo juga mengalami koreksi cukup dalam, yakni Rp 1.050 per liter.
Kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina Patra Niaga dengan mengacu pada ketentuan pemerintah, fluktuasi harga minyak dunia, serta pergerakan nilai tukar rupiah.
Untuk memudahkan masyarakat memantau perubahan tarif, berikut rincian harga terbaru yang berlaku serentak di seluruh provinsi di wilayah Papua dan Maluku:
Harga tersebut sudah termasuk pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen. Artinya, tarif ini berlaku sama di semua SPBU di Kota Ambon, Sorong, Jayapura, maupun daerah-daerah lainnya di kedua provinsi tersebut.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa penyesuaian harga merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan pasar dan memastikan pasokan BBM nasional tetap terjamin.
"Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat," ujar Kitty, Sabtu (1/8/2026).
Pernyataan serupa disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas. Ia memastikan tarif terbaru ini telah disosialisasikan ke seluruh lembaga penyalur di wilayah kerjanya.
"Harga ini berlaku di seluruh Provinsi yang ada di Papua dan Maluku dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 7,5%," ucap Ispiani.
Seiring dengan penurunan harga, Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan berbagai promo pembelian BBM yang tersedia melalui aplikasi MyPertamina. Promo ini bisa berupa potongan harga atau cashback untuk transaksi non-tunai.
Untuk informasi lebih detail mengenai daftar harga di setiap SPBU atau syarat promo, masyarakat dapat mengakses situs resmi Pertamina Patra Niaga atau menghubungi layanan Pertamina Call Center 135. Layanan ini beroperasi untuk memberikan klarifikasi sekaligus menerima aduan terkait distribusi BBM di lapangan. (SAH)