AMBON — Bodewin menyebut bantuan yang disalurkan harus menjadi modal produktif bagi nelayan dan pembudidaya, bukan sekadar bantuan konsumtif. Pemerintah kota menargetkan peningkatan hasil tangkapan dan usaha budidaya bisa mendorong pendapatan masyarakat pesisir secara bertahap.
Bantuan untuk 3 Kelompok Usaha Perikanan
Penyaluran bantuan menyasar tiga kategori penerima: kelompok nelayan, Kelompok Usaha Bersama (KUB), dan pembudidaya ikan. Lokasi penyerahan di kawasan bawah Jembatan Merah Putih dipilih karena menjadi pusat aktivitas nelayan di Kota Ambon.
Bodewin menekankan agar penerima memanfaatkan sarana perikanan sesuai peruntukannya. "Tugas utama pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan lewat pemberdayaan. Bantuan ini diberikan agar usaha nelayan dan pembudidaya makin kuat, pendapatan naik, dan secara bertahap mampu keluar dari kemiskinan," ujarnya dalam sambutan.
Modal Produktif untuk Nelayan Ambon
Pemerintah Kota Ambon merancang program bantuan perikanan sebagai bagian dari penguatan sektor kelautan dan perikanan. Sektor ini dinilai strategis mengingat sebagian besar warga pesisir menggantungkan hidup pada hasil laut.
Bodewin berharap sarana yang diterima mampu memperkuat usaha budidaya ikan dan menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu penopang utama perekonomian Kota Ambon. "Saya minta bantuan ini dimanfaatkan secara produktif, bukan dijual atau dialihfungsikan," tegasnya.
Strategi Pemkot Ambon Tekan Kemiskinan
Program bantuan perikanan merupakan salah satu dari sejumlah intervensi pemerintah kota untuk menekan angka kemiskinan. Wilayah pesisir menjadi prioritas karena kerentanan ekonomi nelayan terhadap fluktuasi hasil tangkapan dan cuaca.
Pemkot Ambon sebelumnya telah menyalurkan bantuan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Bodewin menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk melakukan pendampingan teknis agar bantuan benar-benar berdampak pada peningkatan hasil usaha kelompok nelayan dan pembudidaya.