SALATIGA — Ribuan perantau Maluku yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Maluku dan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Maluku (HIPMMA) di Salatiga larut dalam khidmat peringatan Hari Pattimura ke-209. Acara yang berlangsung di Balairung Utama UKSW ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ajang penguatan identitas dan solidaritas orang Maluku di perantauan.
Saiful Indra Patta menyebut peringatan di Salatiga menjadi bukti nyata bahwa semangat Lawamena Haulala—gotong royong dan kebersamaan—tetap hidup di kalangan masyarakat Maluku yang merantau. Nilai persatuan, saling mendukung, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru perlu terus dipelihara tanpa meninggalkan jati diri sebagai orang Maluku.
"Meskipun terpisah oleh jarak dan lautan, ikatan batin kita sebagai sesama anak Maluku tidak pernah pudar. Semangat perjuangan Kapitan Pattimura terus menyala dalam hati 'katong samua' (kita semua), di mana pun berada. Beliau adalah simbol keberanian, persatuan, dan cinta tanah air yang abadi," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Ambon.
Ajakan tersebut secara khusus ditujukan kepada generasi muda Maluku yang tengah menempuh pendidikan atau berkarier di luar daerah. Saiful menekankan bahwa bentuk penghayatan terhadap perjuangan Thomas Matulessy tidak harus berupa angkat senjata, melainkan melalui karya terbaik di bidang masing-masing.
"Saya berharap kita semua dapat menunjukkan karya terbaik dalam tugas di mana saja kita berada. Itulah bentuk penghayatan dari amanat luhur yang dititipkan Thomas Matulessy bahwa 'Pattimura tua boleh sirna, tetapi akan bangkit Pattimura-Pattimura muda untuk meneruskan perjuangan ini'," tegasnya.
Peringatan Hari Pattimura di Salatiga juga menjadi pengingat bahwa keberagaman asal negeri dan kampung di Maluku tidak menjadi penghalang untuk bersatu. Justru perbedaan tersebut memperkaya kekuatan kolektif masyarakat Maluku di perantauan.
"Kita mungkin berbeda negeri, berbeda kampung, tapi dalam darah kita mengalir satu tekad: menjaga warisan luhur para pahlawan bangsa," ujar Saiful menambahkan.
Saiful memberikan apresiasi tinggi kepada Kerukunan Keluarga Maluku dan HIPMMA Salatiga yang secara konsisten menjaga tali persaudaraan dan melestarikan nilai-nilai perjuangan Pattimura meski berada jauh dari tanah kelahiran. Menurutnya, inisiatif seperti ini patut menjadi contoh bagi komunitas perantau Maluku di daerah lain di Indonesia.
Peringatan Hari Pattimura ke-209 di Salatiga diharapkan tidak berhenti pada seremonial belaka, tetapi mampu melahirkan inisiatif-inisiatif nyata yang menghubungkan potensi perantau dengan pembangunan Maluku. Momentum ini menjadi pengingat bahwa di mana pun berada, kontribusi untuk daerah asal tetap bisa diwujudkan melalui berbagai jalur, termasuk jejaring profesional dan intelektual yang dimiliki para perantau.