Pencarian

Dua Tim Mahasiswa Unpatti Ambon Raih Silver dan Bronze Medal di NESCO 3 Bali, Angkat Gagasan Pangan dan Otonomi Negeri

Selasa, 22 September 2026 • 06:16:01 WIB
Dua Tim Mahasiswa Unpatti Ambon Raih Silver dan Bronze Medal di NESCO 3 Bali, Angkat Gagasan Pangan dan Otonomi Negeri
Mahasiswa Unpatti Ambon meraih Silver Medal dan Bronze Medal pada NESCO 3 di Bali, 19–20 September 2026.

AMBON — Dua tim mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon meraih Silver Medal dan Bronze Medal pada National Essay Competition (NESCO) 3 di Bali, 19–20 September 2026. Kompetisi yang digelar Pusat Riset Siswa, Mahasiswa, dan Akademisi (PRISMA) bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana itu diikuti 444 tim dari 60 perguruan tinggi dengan total 643 peserta. Gagasan yang diusung kedua tim menyoroti persoalan pangan desa dan konflik pemilihan raja negeri di Maluku.

Unpatti mengirimkan dua tim yang masing-masing berasal dari Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Keduanya meraih penghargaan pada kategori berbeda, yakni Pangan serta Hukum dan Politik.

Bronze Medal Kategori Pangan: Inovasi SATAPA untuk Desa Mandiri Pangan

Pada kategori Pangan, Delon Alexander Renwarin dari Fakultas Hukum bersama Arman dari FISIP meraih Bronze Medal. Esai mereka berjudul "SATAPA (Satu Rumah Satu Petak Pangan): Inovasi Pembangunan Desa Mandiri Pangan di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi untuk Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas."

Gagasan SATAPA menyasar Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dengan pendekatan satu rumah satu petak pangan. Skema ini mendorong setiap keluarga mengelola lahan pekarangan untuk kebutuhan pangan mandiri sekaligus menopang target swasembada pangan nasional.

Silver Medal Kategori Hukum dan Politik: Meritokrasi Kultural dan Konflik Pemilihan Raja Negeri

Mahasiswa FISIP Unpatti Haidar Ahmad Pattilouw meraih Silver Medal pada kategori Hukum dan Politik. Esainya berjudul "Hegemoni Negara dan Matinya Otonomi Asli: Meritokrasi Kultural Sebagai Resolusi Konflik Pemilihan Raja di Negeri di Maluku."

Haidar mengangkat persoalan konflik pemilihan raja negeri di Maluku dan menawarkan meritokrasi kultural sebagai jalan resolusi. Keikutsertaannya di NESCO 3, kata dia, tidak hanya berorientasi pada penghargaan.

"Mengikuti NESCO 3 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya mendapatkan kesempatan untuk beradu gagasan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia, sekaligus saling sharing dan bertukar pengalaman," ujarnya.

FISIP Unpatti Apresiasi Kerja Mahasiswa di Panggung Nasional

Dosen pendamping sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unpatti, Mike J. Rolobessy, mengapresiasi capaian mahasiswa tersebut. Menurut Mike, penghargaan yang diraih mahasiswa FISIP Unpatti merupakan hasil dari proses persiapan dan kerja mahasiswa dalam mengembangkan serta menyampaikan gagasan di tingkat nasional.

"Prestasi yang diraih mahasiswa FISIP Unpatti dalam NESCO 3 merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian mereka dalam menyampaikan gagasan di tingkat nasional," kata Mike.

Dua penghargaan tersebut menambah catatan keikutsertaan mahasiswa Unpatti dalam kompetisi akademik tingkat nasional. Gagasan yang diusung juga mengangkat isu yang berkaitan dengan pangan, pembangunan desa, hukum, politik, serta kehidupan sosial masyarakat Maluku.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks