Helvi Kuhuparuw, Mahasiswi Hukum Unpatti, Bawa Misi Pariwisata Berkelanjutan Kepulauan Banda ke Ajang Putri Pariwisata Indonesia 2026

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 20:54:02 WIB
Helvi Kuhuparuw, finalis Putri Pariwisata Indonesia 2026, memperkenalkan misi pariwisata berkelanjutan untuk Kepulauan Banda.

AMBON — Nama Maluku kembali mencuat di kancah pariwisata nasional melalui Helvi Nanda Kuhuparuw. Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pattimura (Unpatti) ini akan berlaga sebagai finalis Putri Pariwisata Indonesia 2026, sebuah ajang yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus mendatang.

Keikutsertaan Helvi bukan tanpa persiapan. Di balik mahkota dan selempang, ia membawa gagasan konkret tentang pariwisata yang berpijak pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal, dengan Kepulauan Banda sebagai fokus utama.

Misi Besar di Balik Selempang Finalis

Bagi Helvi, ajang ini adalah panggung untuk memperkenalkan kekayaan Maluku secara lebih luas. Kepulauan Banda, yang dikenal dengan sejarah Jalur Rempahnya, dinilai memiliki potensi besar yang belum tergarap optimal.

“Saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan terhormat dapat dipercaya menjadi Finalis Putri Pariwisata Indonesia 2026. Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk membawa nama Maluku, khususnya Kepulauan Banda, agar semakin dikenal melalui pariwisata yang berkelanjutan,” kata Helvi.

Mengapa Banda Menjadi Sorotan?

Kepulauan Banda memiliki daya tarik yang unik. Bukan hanya keindahan alam bawah lautnya, tetapi juga jejak sejarahnya sebagai pusat perdagangan rempah dunia. Helvi menilai, kekayaan ini harus dikelola dengan pendekatan yang tidak merusak ekosistem.

Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di Banda harus berjalan seiring dengan upaya konservasi. “Kami ingin menunjukkan bahwa Maluku memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata yang berpijak pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ujarnya.

Apa yang Membuat Helvi Berbeda?

Di tengah kompetisi yang kerap menonjolkan aspek penampilan, Helvi justru mengangkat isu keberlanjutan. Ia datang dengan perspektif hukum yang dipelajarinya di kampus, mencoba memadukan antara regulasi, kebutuhan ekonomi masyarakat, dan perlindungan alam.

Kepercayaan yang diberikan kepadanya dianggap sebagai tanggung jawab moral. Helvi tidak ingin sekadar menjadi perwakilan daerah, tetapi juga menjadi jembatan antara potensi lokal dan perhatian nasional terhadap isu lingkungan.

Langkah Selanjutnya Menuju Panggung Nasional

Persiapan Helvi kini memasuki tahap intensif. Ia akan berkompetisi dengan finalis dari berbagai provinsi lain di Indonesia, membawa visi pariwisata yang lebih bertanggung jawab dari tanah Maluku.

Dukungan dari masyarakat Maluku, khususnya akademisi Unpatti, diharapkan mampu mengantarkan Helvi meraih hasil terbaik. Kehadirannya di panggung nasional menjadi bukti bahwa anak muda daerah mampu bersaing dengan gagasan yang segar dan solutif.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top