AMBON — Kolaborasi akademik antara Unpatti Ambon dan Kasetsart University Thailand tidak berhenti pada tataran pertukaran pengetahuan. Dua dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unpatti, Prof Dr Marleny Leasa dan Dr Nessy Pattimukay, membawa praktik pembelajaran langsung ke Kasetsart University Laboratory School dengan mengenalkan konsep sasi dan budaya Maluku kepada siswa kelas 4.
Rektor Unpatti, Prof Freddy Leiwakabessy, menegaskan bahwa kerja sama internasional harus berdampak nyata pada penguatan kapasitas dosen dan mutu lulusan, bukan sekadar mobilitas akademik semata.
Dalam kegiatan community service tersebut, Prof Dr Marleny Leasa menyampaikan materi bertajuk "Save the Ecosystem with SASI". Materi ini menghubungkan kearifan lokal Maluku dalam pengelolaan sumber daya alam dengan isu pelestarian ekosistem dan pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Dr Nessy Pattimukay membawakan materi "Maluku Culture" yang memperkenalkan keragaman budaya dan identitas lokal Maluku kepada peserta didik Thailand. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran budaya dan pengetahuan antarnegara yang melibatkan siswa secara langsung.
Delegasi yang terdiri dari 25 dosen dari 13 perguruan tinggi Indonesia itu juga mengikuti seminar pendidikan bertema "AI for Learner Development" yang disampaikan Dr Theerasak Soykeeree dari Faculty of Education and Development Sciences Kasetsart University. Materi ini membuka wawasan tentang pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk pengembangan peserta didik dan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Selain seminar, delegasi melakukan kunjungan akademik ke Kasetsart University dan berdiskusi dengan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Internasional, Asst Prof Dr Tassanee Jantiya, bersama sejumlah dosen Faculty of Education and Development Sciences.
Rektor Unpatti menekankan bahwa pengalaman dari kolaborasi ini harus ditindaklanjuti di lingkungan kampus. "Pengalaman yang diperoleh harus kembali ke kampus dalam bentuk inovasi dan penguatan mutu akademik," ujarnya.
Menurut Leiwakabessy, kerja sama ini dapat dikembangkan lebih luas ke berbagai bidang, mulai dari pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas dosen, penelitian bersama, mobilitas akademik, hingga inovasi pembelajaran. Yang terpenting, kerja sama tersebut menghasilkan manfaat berkelanjutan dan memperkuat ekosistem pendidikan serta penelitian di Unpatti.
Partisipasi Unpatti dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan keempat, yakni memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata.