MALUKU — Kemenangan ini diraih Vietnam dalam laga yang berlangsung ketat di kandang lawan. Dua gol tanpa balas tersebut menjadi modal berharga bagi pasukan pelatih Kim Sang-sik untuk melangkah ke partai puncak.
Pertandingan berjalan alot di babak pertama. Malaysia mencoba tampil percaya diri di depan pendukungnya sendiri, namun lini pertahanan Vietnam yang dikomandoi Que Ngoc Hai tampil disiplin dan mampu meredam serangan-serangan Harimau Malaya.
Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Vietnam meningkatkan intensitas serangan dan berhasil memecah kebuntuan lebih dulu. Gol tersebut membuat Malaysia terpaksa keluar dari benteng pertahanan, yang justru membuka ruang bagi serangan balik cepat Vietnam. Di sisa waktu pertandingan, Vietnam menambah keunggulan dan memastikan kemenangan 2-0.
Hasil ini praktis menempatkan Vietnam di atas angin. Mereka akan menjamu Malaysia di leg kedua yang dijadwalkan berlangsung di Stadion My Dinh. Dengan keunggulan dua gol, peluang Malaysia untuk membalikkan keadaan terbilang tipis, mengingat rekor kandang Vietnam yang sangat solid di ajang regional.
Bagi Malaysia, tugas berat menanti. Mereka wajib menang dengan selisih tiga gol untuk lolos langsung, atau menang 2-0 untuk memaksa babak perpanjangan waktu. Tekanan psikologis jelas lebih besar dirasakan skuad asuhan pelatih asal Korea Selatan itu.
Kemenangan ini juga menegaskan dominasi Vietnam di kancah sepak bola Asia Tenggara. Sejak era Park Hang-seo, mereka selalu menjadi kandidat kuat juara. Kini, di bawah arahan Kim Sang-sik, tren positif tersebut berlanjut. Satu kaki Golden Star Warriors sudah berada di partai final, menanti pemenang antara Thailand dan Filipina di semifinal lainnya.
Leg kedua akan menjadi ujian mental bagi kedua tim. Vietnam hanya butuh disiplin dan tidak kebobolan untuk mengunci tiket final, sementara Malaysia harus tampil agresif sejak menit awal tanpa kehilangan keseimbangan di lini belakang.