JAKARTA — BMKG mencatat gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pukul 04.58 WIB, dengan pusat gempa sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer.
Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan sebelum akhirnya diakhiri BMKG pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau adanya gelombang tsunami.
Merespons bencana ini, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bertolak ke Labuan Bajo, NTT, menggunakan pesawat Boeing 737 TNI Angkatan Udara dari Halim Perdanakusuma bersama rombongan pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Rombongan membawa amanah Presiden Prabowo Subianto berupa 50.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak, rencananya disalurkan melalui Maumere, NTT. Ikut serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Sosial, serta perwakilan Pertamina.
Menteri Dody telah menginstruksikan jajaran balai di NTT meningkatkan kesiapsiagaan dan memberi dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.
"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Menteri Dody.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sejak pagi menangani titik longsoran di ruas jalan nasional — tiga ruas teridentifikasi: Ruteng–Km 210 (tiga titik), Km 210–Batas Kabupaten Manggarai (satu titik), dan Aegela–Batas Kota Ende (delapan titik), dengan loader dan excavator dikerahkan menjaga akses tetap fungsional.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II memeriksa Bendungan Napungete dan Bendungan Waerita di Kabupaten Sikka serta Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, dengan kondisi visual dilaporkan baik.
Bendung dan jaringan Daerah Irigasi (DI) Waelaku di Kabupaten Manggarai Timur turut mengalami kerusakan ringan disertai longsoran yang menutupi saluran sekunder.
Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BNPB, seiring pendataan kondisi jalan, jembatan, infrastruktur air, dan fasilitas publik yang masih berlangsung. Wilayah terdampak sementara meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka.