AMBON — Hotumese Choir, paduan suara kebanggaan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, memastikan diri sebagai salah satu yang terbaik di pentas dunia. Pada kompetisi World Choir Games 2026 yang berlangsung di Helsingborg, Swedia, kelompok asal Maluku ini membawa pulang dua medali emas sekaligus.
Dua medali emas tersebut masing-masing diraih pada kategori C17 Pop Choirs dan C15 Gospel. Pengumuman hasil akhir disampaikan dalam acara penutupan World Choir Games 2026 di Helsingborg Arena, Helsingborg, Swedia, pada Minggu (16/8/2026) siang waktu setempat.
Medali emas untuk kategori C17 Pop Choirs diterima konduktor Franco Etshirt Ayal. Sementara itu, medali emas kategori C15 Gospel diterima konduktor Yudi Orlando Lewantaur.
Meski membawa pulang medali emas, Hotumese Choir belum berhasil menyandang predikat juara pertama. Dalam klasemen akhir, kelompok paduan suara asal Ambon ini menempati peringkat kedua pada kategori C17 Pop Choirs dan peringkat ketiga pada kategori C15 Gospel.
Pada kategori C17 Pop Choirs, lima kelompok paduan suara bertanding dan seluruhnya berhasil meraih medali emas. Namun, berdasarkan penilaian dewan juri, Hotumese Choir berada di posisi kedua. Sementara pada kategori C15 Gospel, kompetisi diikuti empat kelompok paduan suara, dengan Hotumese Choir di peringkat ketiga dan satu peserta lainnya meraih medali perak.
Keikutsertaan di ajang ini menjadi bagian dari kiprah Hotumese Choir memperkenalkan kualitas seni vokal dari Maluku ke tingkat internasional. Sebelum berangkat, tim dilepas secara resmi oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., di Aula Rektorat Universitas Pattimura pada Rabu (5/8/2026).
Saat pelepasan, rektor mengapresiasi dedikasi seluruh anggota tim yang telah menjalani latihan intensif selama berbulan-bulan. Ia mengajak para peserta untuk bersyukur atas kesempatan yang diberikan serta memanfaatkan ajang tersebut sebagai sarana memperkenalkan kualitas mahasiswa Universitas Pattimura kepada dunia.
World Choir Games sendiri dikenal sebagai salah satu kompetisi paduan suara internasional terbesar yang mempertemukan kelompok dari berbagai negara. Bagi Hotumese Choir, panggung ini menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan musikal sekaligus membangun pertukaran budaya melalui musik.
Pencapaian dua medali emas di Helsingborg menambah catatan prestasi Hotumese Choir dalam pengembangan seni paduan suara di lingkungan Universitas Pattimura dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global.