MALUKU — Dua penumpang kapal Boat Resort yang dilaporkan hilang kontak di perairan Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Keduanya ditemukan setelah tim gabungan Basarnas menerima informasi intercept dari kapal pencari ikan tuna yang melihat keberadaan kapal tersebut di koordinat 1°30'25.00"S – 99°19'30.99"E.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, S.E, mengatakan proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi solid antara tim rescue, pihak resort, dan nelayan setempat. "Keberhasilan evakuasi dua korban kapal Boat ini merupakan hasil dari respon cepat dan koordinasi yang solid di lapangan," ujarnya.
Laporan hilangnya kontak kapal diterima Basarnas pada pagi hari. Tim Rescue langsung bergerak melakukan pencarian intensif di perairan sekitar Pulau Sipora. Pada pukul 13.00 WIB, Com Center menerima informasi bahwa kapal tersebut telah ditemukan oleh kapal pencari ikan tuna yang kebetulan melintas di lokasi.
Menindaklanjuti informasi itu, tim RIB 02 bersama satu boat milik Resort berangkat menuju titik koordinat yang diberikan. Kedua korban ditemukan dalam keadaan selamat. Proses evakuasi dilakukan dengan pendampingan towing menuju Muara Siberut menggunakan boat dari pihak resort.
Keterlibatan kapal pencari ikan tuna menjadi titik kunci dalam operasi kali ini. Informasi intercept dari nelayan mempercepat proses pencarian yang jika mengandalkan pola konvensional bisa memakan waktu lebih lama. "Kami mengapresiasi penuh keterlibatan pihak resort serta nelayan setempat yang aktif mendukung kelancaran operasi pencarian ini," kata Benteng.
Proses towing berlangsung sekitar sembilan jam sejak korban ditemukan hingga tiba di Muara Siberut pukul 22.00 WIB. RIB 02 mendampingi perjalanan tersebut untuk memastikan keselamatan kedua korban hingga tiba di daratan.
Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian dan pertolongan direncanakan ditutup. Tim rescue dijadwalkan kembali ke Tuapejat pada Rabu (19/8) pagi. Penutupan operasi ini menandakan tidak ada lagi korban yang belum ditemukan dari insiden hilang kontak tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan komunikasi bagi kapal-kapal yang beroperasi di perairan terbuka seperti Kepulauan Mentawai. Kondisi cuaca dan gelombang laut yang dinamis kerap menjadi faktor hilangnya kontak kapal dengan daratan.