MALUKU — Kepastian ini mengemuka setelah Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa persetujuan prinsip dari Presiden Prabowo Subianto untuk skema insentif telah didapat. Dalam pernyataannya di sela Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Rabu (18/8/2026), ia secara eksplisit menyebut dua pabrikan yang dinilai siap.
"Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits," ujar Airlangga, dikutip dari Antara.
Perhatian terhadap ALVA dan Gesits menguat setelah keduanya tampil dalam peluncuran program Motor Listrik Nasional (Molinas). Dalam acara tersebut, diperkenalkan pula motor listrik Cakra NX1 yang menjadi bagian dari proyek pemerintah.
Menariknya, desain Cakra NX1 memiliki kemiripan dengan ALVA N3 Next Gen yang lebih dulu beredar di pasar. Hal ini membuat posisi ALVA sebagai salah satu acuan desain motor listrik nasional kian terlihat, sekaligus memicu perbandingan dengan lini produk Gesits yang lebih dulu dikenal sebagai skuter listrik perkotaan.
ALVA saat ini mengisi pasar dengan lima model yang tersebar di segmen berbeda, dari gaya sporty hingga skuter harian. ALVA N3 Next Gen menjadi model termurah kedua di jajarannya, tetapi yang paling menarik perhatian karena tersedianya opsi sewa baterai.
Dengan sistem berlangganan baterai, konsumen hanya perlu membayar harga kendaraan tanpa baterai di muka. Strategi ini membuat ALVA N3 Next Gen menjadi salah satu entry point termurah untuk memiliki motor listrik nasional.
Gesits menawarkan rentang harga yang sedikit lebih rendah, dengan seluruh modelnya mengusung konsep skuter untuk mobilitas perkotaan. Pilihan varian dibedakan berdasarkan jarak tempuh, terutama pada lini GV1.
Dengan banderol mulai dari Rp23,9 juta, Gesits menjadi salah satu motor listrik rakitan lokal dengan harga paling kompetitif. Jika insentif pemerintah terealisasi, potensi penurunan harga di titik jual bisa membuatnya semakin menarik dibandingkan motor bensin entry-level.
Sinyal persetujuan dari Presiden Prabowo memberikan kepastian bagi industri untuk mempercepat perluasan jaringan produksi dan servis. ALVA dan Gesits yang telah memiliki fasilitas perakitan di Indonesia dipandang siap menyerap permintaan jika insentif resmi berlaku.
Keputusan ini juga menjadi pembeda dibandingkan skema sebelumnya yang sempat membuka peluang bagi merek impor ber-CKD. Fokus pada produk dalam negeri dinilai akan memperkuat rantai pasok komponen lokal sekaligus menekan harga jual di tingkat konsumen.