MALUKU — Pemprov DKI Jakarta tidak akan lagi menangani tawuran dengan pendekatan kasuistis yang hanya bersifat sementara. Pramono Anung menyatakan pihaknya tengah menyiapkan solusi jangka panjang berupa penyediaan ruang publik dan sarana olahraga, menyusul bentrokan yang kembali terjadi di kawasan Stasiun Manggarai.
Insiden pada Jumat (21/8) itu bermula dari ketersinggungan antara dua kelompok anak muda. Meski skalanya kecil, dampaknya meluas hingga mengganggu operasional KRL dan memicu antrean panjang penumpang di Stasiun Cawang.
Pramono mengamati bahwa masifnya proyek pembangunan dan peningkatan konektivitas di Manggarai tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana aktivitas bagi warga. Kondisi ini dinilai rentan memicu emosi, terutama setelah masyarakat lelah beraktivitas.
"Di dalam menyelesaikan persoalan tawuran, saya lebih pengin menyelesaikan bukan dengan cara apa yang bersifat kasuistis hanya sesaat saja," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8).
Menurutnya, energi agresif para pemuda perlu disalurkan ke arah positif. Ketersediaan sarana olahraga, kesenian, dan kebudayaan diharapkan menjadi benteng untuk mengikis tradisi tawuran serta membangun rasa saling menghormati antarwarga.
Sejumlah fasilitas konkret telah disiapkan Pemprov DKI untuk kawasan padat penduduk, termasuk Manggarai. Beberapa di antaranya yang sempat dipikirkan adalah gelanggang tinju, lapangan bulu tangkis, mini soccer, hingga futsal.
Pramono menegaskan koordinasi dengan pihak Kepolisian dan jajaran penegak hukum terus dilakukan untuk menuntaskan masalah sosial yang berulang ini. Ia menilai penyediaan fasilitas publik adalah kunci untuk mengubah pola konflik yang selama ini terjadi.
"Kebetulan yang kemarin terjadi di Manggarai, dua kelompok yang sebenarnya kecil persoalannya karena ketersinggungan dan sebagainya, anak-anak mudanya melakukan tawuran," kata Pramono menjelaskan pemicu insiden terbaru.
Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi atas penanganan sebelumnya yang dinilai belum menyentuh akar permasalahan. Pemprov DKI berharap kehadiran fasilitas publik ini mampu menjadi solusi permanen yang mengikis tradisi tawuran di ibu kota.
Dengan adanya wadah aktivitas yang sehat, diharapkan para pemuda memiliki alternatif penyaluran energi selain terlibat dalam aksi kekerasan. Fokus jangka panjang ini juga diharapkan membangun rasa saling menghormati antarwarga di kawasan Manggarai secara berkelanjutan.