5.846 Mahasiswa Baru Unpatti Resmi Diterima, Rektor Targetkan Lulus Tepat Empat Tahun di 2030

Penulis: Tedy Rustandi  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:01:01 WIB
mahasiswa baru Universitas Pattimura resmi diterima dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Unpatti, Ambon, Rabu (26/8/2026).

AMBON — Sebanyak 5.846 mahasiswa baru resmi menjadi bagian dari civitas akademika Universitas Pattimura (Unpatti) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Mereka dinyatakan diterima dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang digelar di Auditorium Unpatti, Rabu (26/8/2026), sebuah prosesi yang untuk pertama kalinya diselenggarakan dalam format terbuka oleh senat universitas.

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan bahwa ribuan mahasiswa yang lolos seleksi tersebut bukan sekadar angka, melainkan amanah besar yang harus dijaga kualitas pendidikannya. Ia meminta seluruh pimpinan fakultas memberikan dukungan maksimal agar mahasiswa baru mampu menuntaskan studi dalam empat tahun.

“Karena itu saya menegaskan kepada seluruh pimpinan fakultas bahwa anak-anak ini harus selesai empat tahun ke depan,” ujar Leiwakabessy dalam sambutannya.

Target Kelulusan 2030 dan Mutu Lulusan

Leiwakabessy berharap seluruh mahasiswa angkatan ini dapat diwisuda pada 2030. Menurutnya, penyelesaian studi tepat waktu menjadi salah satu indikator utama kualitas layanan akademik sekaligus daya saing lulusan di pasar kerja.

“Semoga karya-karya besar akan bertumbuh melalui talenta-talenta unggul yang kita siapkan untuk menjadi pemimpin bangsa,” harap Rektor.

Ia menekankan bahwa masa studi empat tahun harus dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan talenta, bukan hanya mengejar nilai. Unpatti, kata dia, berkomitmen menyediakan lingkungan akademik yang inklusif, kolaboratif, dan kreatif agar mahasiswa mampu berpikir kritis serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Ritus Peralihan Menuju Kedewasaan Akademik

Ketua Senat Universitas Pattimura, Prof. Dr. Tony D. Pariela, M.A., menyebut prosesi penerimaan mahasiswa baru kali ini memiliki makna khusus. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Unpatti, penerimaan mahasiswa baru dirayakan melalui Rapat Senat Terbuka Luar Biasa.

Pariela memaknai prosesi tersebut sebagai rite of passage atau ritus peralihan yang menandai perubahan status seseorang menuju kedewasaan akademik. Ia mengingatkan bahwa memasuki perguruan tinggi berarti menghadapi tanggung jawab yang jauh lebih besar dibanding masa sekolah menengah.

“Penerimaan mahasiswa baru tidak semata-mata menjadi seremoni, tetapi harus memberikan kesan kuat sekaligus motivasi selama mahasiswa menjalani proses pendidikan,” kata Pariela.

Hak atas Pendidikan Berkualitas Tanpa Diskriminasi

Dalam kesempatan itu, Leiwakabessy mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh. Keberhasilan menembus seleksi masuk Unpatti, menurutnya, merupakan buah dari perjuangan, kerja keras, dan doa orang tua.

“Ini adalah hak Anda untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Karena itu, tuntutlah hak Anda pada ruang-ruang belajar yang inklusif, ruang-ruang belajar yang kolaboratif, kreatif, dan menyenangkan,” tegasnya.

Leiwakabessy memastikan Unpatti menjamin kesetaraan akses belajar tanpa diskriminasi. Selain kualitas pembelajaran, universitas juga berkomitmen menjaga keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan kesejahteraan seluruh sivitas akademika sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.

Selama menempuh pendidikan, mahasiswa akan dibina oleh dosen dengan latar belakang magister, doktor, hingga profesor. Proses pembelajaran berlangsung di ruang kelas, laboratorium, dan lingkungan akademik lainnya yang dirancang untuk mendorong lahirnya gagasan serta karya berkualitas.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top