Polda Maluku Imbau Orang Tua Jaga Anak dari Aksi Aspirasi di Ambon, Tekankan Pendampingan dan Komunikasi

Penulis: Ramli Siregar  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:15:32 WIB
Polda Maluku mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak saat potensi aksi aspirasi di Ambon.

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku meminta para orang tua di Ambon dan sekitarnya meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat ada potensi kegiatan penyampaian aspirasi di ruang publik. Imbauan ini disampaikan menyusul kekhawatiran akan keselamatan generasi muda yang belum sepenuhnya memahami risiko di lapangan. Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menegaskan pendampingan orang tua menjadi kunci utama melindungi anak dari situasi yang membahayakan.

AMBON — Polda Maluku mengingatkan para orang tua untuk tidak melepas anak-anak mereka mengikuti kegiatan di luar rumah tanpa pendampingan, khususnya aksi penyampaian pendapat yang berpotensi memicu kerawanan. Kombes Pol Rositah Umasugi menyebut peran keluarga adalah benteng pertama dalam menjaga keselamatan dan masa depan generasi muda.

"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak. Apabila terdapat kegiatan penyampaian aspirasi atau situasi tertentu yang berpotensi menimbulkan kerawanan, kami berharap anak-anak tidak berada di lokasi tersebut tanpa pendampingan dan pemahaman yang memadai," kata Rositah di Ambon, Jumat (28/8).

Orang Tua Wajib Tahu Aktivitas dan Pergaulan Anak

Menurut Rositah, pengawasan tidak cukup hanya dengan larangan. Orang tua harus aktif membangun komunikasi terbuka untuk mengetahui aktivitas, lingkungan pergaulan, hingga informasi yang diterima anak dari media sosial.

"Bangun komunikasi yang baik dengan anak-anak kita. Tanyakan mereka sedang melakukan apa, bersama siapa dan ke mana mereka pergi," ujarnya.

Hak Aspirasi Diakui, Keselamatan Anak Prioritas

Polda Maluku menegaskan penyampaian pendapat adalah hak konstitusional yang dilindungi undang-undang. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara tertib dan damai tanpa mengorbankan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Rositah menjelaskan anak-anak membutuhkan pendampingan khusus karena belum mampu menilai risiko dari situasi yang mereka hadapi. "Mereka masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang tua serta orang-orang dewasa di sekitarnya agar tidak mudah ikut-ikutan tanpa memahami situasi dan risiko yang mungkin terjadi," tuturnya.

Semangat "Orang Basudara" untuk Jaga Generasi Muda

Polda Maluku tidak hanya menggantungkan tanggung jawab pada keluarga. Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, guru, dan seluruh elemen warga diminta ikut mengawal pergerakan anak-anak di lingkungan masing-masing.

"Di Maluku kita mengenal semangat hidup orang basudara. Artinya, kita semua memiliki kepedulian untuk saling menjaga. Kalau ada anak-anak di lingkungan kita yang membutuhkan perhatian dan bimbingan, mari kita rangkul dan arahkan dengan baik," ujar Rositah.

Imbauan ini keluar sebagai langkah preventif agar setiap agenda penyampaian aspirasi di Maluku berjalan aman tanpa mengganggu kepentingan umum, sekaligus memastikan generasi muda tidak menjadi korban situasi yang tidak mereka pahami sepenuhnya.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top