MALUKU — Kekhawatiran tentang efek samping imunisasi sering membuat sebagian ibu menunda atau bahkan menolak vaksin untuk anaknya. Padahal, keputusan ini justru membahayakan kesehatan si kecil dalam jangka panjang.
Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) Universitas Hasanuddin (Unhas), dr Abdurrahman Hasanuddin SpA, menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu langkah paling efektif dalam dunia kesehatan anak.
Imunisasi bekerja dengan cara melatih sistem kekebalan tubuh anak untuk melawan infeksi tertentu. Dengan begitu, ketika suatu saat terpapar penyakit, tubuhnya sudah siap dan mampu melawan.
dr. Abdurrahman menjelaskan, manfaat imunisasi bukan hanya mencegah penyakit itu sendiri. Lebih dari itu, vaksin juga mencegah komplikasi serius yang bisa timbul akibat penyakit tersebut, serta menurunkan risiko kematian pada anak.
Inilah mengapa imunisasi dasar harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh tenaga kesehatan.
Informasi yang salah tentang imunisasi kerap menjadi penghalang utama orang tua untuk membawa anaknya ke posyandu atau fasilitas kesehatan. Padahal, banyak mitos yang beredar tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
dr. Abdurrahman mengungkapkan hal ini dalam Podcast Obrol Sehat bertajuk "Mitos Vs Fakta Imunisasi Anak". Kegiatan yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube resmi RS Unhas Official pada Kamis (27/8) itu bertujuan meluruskan berbagai kesalahpahaman di kalangan orang tua.
Dengan pemahaman yang benar, ibu bisa lebih tenang dan percaya diri dalam memberikan hak kesehatan terbaik untuk anak.
Memberikan imunisasi berarti melindungi anak dari penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Anak yang sehat akan lebih aktif, cerdas, dan mampu mencapai potensi optimalnya.
Selain melindungi individu, imunisasi juga menciptakan kekebalan kelompok. Ketika sebagian besar anak di suatu wilayah sudah diimunisasi, penyebaran penyakit akan lebih mudah dikendalikan.
Oleh karena itu, pastikan si kecil mendapatkan imunisasi lengkap sesuai usianya. Konsultasikan selalu dengan dokter anak untuk mendapatkan jadwal dan jenis vaksin yang tepat.
Jangan biarkan mitos yang belum tentu benar menghalangi langkah kita untuk melindungi masa depan anak.