Apple Vs OpenAI: Lab AI Balas Gugatan Rahasia Dagang Mantan Karyawan

Penulis: Tedy Rustandi  •  Rabu, 02 September 2026 | 18:37:31 WIB
Kedua perusahaan teknologi besar itu berselisih di pengadilan terkait tuduhan penyalahgunaan rahasia dagang oleh mantan karyawan Apple yang kini bekerja di OpenAI.

MALUKU — Ketegangan antara dua raksasa teknologi ini memasuki babak hukum yang baru. Setelah Apple melayangkan gugatan pada Juli lalu, OpenAI kini angkat bicara dengan tuduhan balik bahwa langkah hukum tersebut hanyalah upaya untuk memperlambat pesaing potensialnya di tengah perlombaan kecerdasan buatan (AI).

Inti Sengketa Mantan Karyawan Apple

Pusat masalah berputar pada dua mantan karyawan Apple, Tang Tan dan Chang Liu, yang kini bekerja di OpenAI. Apple menuduh keduanya menyalahgunakan rahasia dagang terkait desain perangkat keras, manufaktur, dan operasi rantai pasokan.

Dalam gugatan awalnya, Apple menyebut perekrutan ini merupakan strategi OpenAI untuk membongkar informasi internal pesaingnya. Namun, pihak OpenAI membantah keras tuduhan tersebut dengan menunjukkan sejumlah prosedur internal Apple yang justru dinilai ceroboh.

Argumen Balik: Kebijakan Apple yang Dinilai Ceroboh

OpenAI mengungkapkan bahwa Apple mendorong karyawannya untuk menggunakan akun iCloud pribadi guna mengakses dokumen pekerjaan. Kebijakan ini dinilai menyulitkan mantan karyawan untuk memisahkan data pribadi dari informasi perusahaan.

Selain itu, proses pemutusan hubungan kerja di Apple disebut tidak memberi waktu cukup bagi karyawan untuk mengembalikan perangkat perusahaan atau mentransfer berkas internal secara menyeluruh. "Kebijakan Apple yang langsung mengantar karyawan keluar tidak memberi mereka waktu untuk menyelesaikan tanggung jawab administratif," tulis OpenAI dalam berkasnya.

Pernyataan Dua Eks Karyawan yang Dituduh

Chang Liu membantah telah menyalahgunakan akses dokumen Apple setelah ia pindah. Menurutnya, setiap akses terhadap berkas Apple hanya dilakukan untuk membantu mantan rekan kerjanya menemukan dokumen atau menjawab pertanyaan terkait pekerjaan lama. Ia mengaku kerap dihubungi karyawan Apple untuk dimintai bantuan teknis.

Sementara itu, Tang Tan menyatakan telah mengembalikan semua prototipe perangkat sebelum meninggalkan perusahaan. Ia hanya menyimpan materi yang tidak bersifat rahasia seperti daftar periksa keluar karyawan, yang menurutnya legal untuk dibawa.

Alasan di Balik Perekrutan Massal

OpenAI mengakui telah merekrut sekitar 400 karyawan dari Apple untuk inisiatif perangkat kerasnya. Jumlah ini terbilang signifikan dan menunjukkan ambisi OpenAI untuk bersaing di ranah perangkat konsumen.

Dalam pernyataannya, OpenAI tak ragu menyebut Apple sebagai perusahaan yang "kesulitan mengadopsi AI", sehingga karyawannya memilih pindah ke startup inovatif. Secara hukum, OpenAI menegaskan bahwa regulasi California mengizinkan karyawan pindah kerja secara bebas antarperusahaan pesaing.

Dampak pada Hubungan Dua Raksasa Teknologi

Gugatan ini menandai keretakan hubungan yang sebelumnya erat. Padahal, dua tahun lalu keduanya menjalin kemitraan untuk memperluas jangkauan ChatGPT dan memperkuat posisi Apple di bidang AI.

Memburuknya hubungan ini mencerminkan meningkatnya tensi persaingan di industri kecerdasan buatan yang kian ketat. Apple harus menghadapi pesaing yang secara agresif merekrut talenta terbaiknya untuk membangun ekosistem perangkat keras baru, sementara OpenAI harus membuktikan bahwa praktik perekrutannya tidak melanggar hukum.

Kasus ini kini tengah berproses di Pengadilan Distrik AS di California dan akan menjadi preseden penting bagi dinamika perpindahan talenta di industri teknologi.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top