KCIC Pastikan Whoosh Jakarta-Bandung Aman dari Abu Vulkanik Anak Krakatau

Penulis: Tedy Rustandi  •  Senin, 07 September 2026 | 14:35:02 WIB
KCIC memastikan perjalanan Whoosh Jakarta-Bandung tetap aman dari dampak abu vulkanik Anak Krakatau.

MALUKU — Kekhawatiran penumpang terhadap dampak abu vulkanik yang mengganggu jadwal perjalanan Whoosh dapat diredam. KCIC menjamin rute yang menghubungkan Jakarta dan Bandung tersebut masih beroperasi seperti biasa, dengan sistem pengamanan berlapis yang diaktifkan sejak dini.

Pemantauan Ketat Sebelum dan Selama Perjalanan

Manajemen KCIC tidak tinggal diam menunggu laporan gangguan. Sebelum melayani penumpang, kereta konfirmasi khusus dijalankan dari kedua arah untuk memeriksa kondisi fisik jalur secara visual. Hasilnya, seluruh prasarana vital seperti jaringan listrik aliran atas (OCS), pasokan daya, rel, hingga wesel dilaporkan berfungsi normal.

Pusat Kendali Operasi (OCC) juga menjadi pusat pengawasan utama. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi anomali secara real-time. Jika terdapat parameter yang tidak normal, notifikasi langsung muncul di layar OCC dan kecepatan kereta dapat diturunkan secara otomatis sebagai langkah pengamanan.

"Sebelum perjalanan penumpang dimulai, KCIC menjalankan KA Konfirmasi dari kedua arah untuk memantau kondisi jalur secara visual," ujar Eva Chairunisa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Jarak Pandang Masinis dan Ketahanan Sarana Terjaga

Kabar baik datang dari laporan para masinis di lapangan. Jarak pandang di sepanjang lintasan masih normal, tidak terhalang kabut abu tebal. Rangkaian kereta Whoosh sendiri telah dibekali teknologi pendukung, yakni wiper dengan semprotan air bertekanan yang efektif membersihkan debu atau abu yang menempel di kaca depan.

Dengan peralatan tersebut, visibilitas masinis tetap terjaga meski melewati area yang berpotensi terpapar abu. Apabila kondisi di lapangan berubah drastis dan mengurangi pandangan, masinis diberi wewenang untuk menyesuaikan kecepatan mengikuti prosedur operasional yang berlaku.

Pemantauan tidak hanya menyasar jalur terbuka yang rawan terpapar. KCIC turut mengawasi ketahanan sarana melalui filter udara dan CCTV pantograf, serta memeriksa komponen isolasi dan mekanisme wesel dari sisi prasarana. "Hingga saat ini, seluruh perangkat tersebut masih berfungsi normal dan belum terdampak sebaran abu vulkanik," tegas Eva.

Mitigasi Risiko dan Imbauan untuk Penumpang

KCIC tidak mengandalkan pengamatan visual semata. Perusahaan secara berkala menjalankan kajian risiko abu vulkanik atau Volcanic Ash Risk Assessment dengan mengacu pada data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hasil asesmen ini menjadi dasar penentuan langkah mitigasi tambahan jika sewaktu-waktu intensitas abu meningkat dan berpotensi mengganggu operasional.

Meski operasional dipastikan aman, Eva mengimbau para pengguna jasa untuk tetap waspada terhadap dampak kesehatan. Penumpang disarankan mengenakan masker dan kacamata, terutama ketika berada di area terbuka stasiun, untuk mengantisipasi paparan abu halus yang terbawa angin.

"KCIC terus meningkatkan pemantauan terhadap kondisi operasional dan perkembangan sebaran abu vulkanik," ucap Eva. Dengan koordinasi ketat antara unit operasi, keselamatan, sarana, dan prasarana, KCIC memastikan layanan kereta cepat ini tetap menjadi moda transportasi yang andal bagi masyarakat.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top