MALUKU — Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan persiapan regulasi tengah berjalan dari level Peraturan Pemerintah (PP) hingga Peraturan LPS (PLPS). Rangkaian aturan ini menjadi fondasi sebelum mekanisme penjaminan dioperasikan.
"Sekarang kita sedang siapkan PLPS-nya untuk melakukan pendaftaran," kata Anggito di sela-sela acara Lampung Financial Festival (Lampung Finfest) 2026 di Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Koordinasi Tiga Lembaga Jadi Kunci Peluncuran
Anggito menegaskan realisasi program ini tidak bisa berjalan sendiri oleh LPS. Penyusunan PP membutuhkan koordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator industri, serta Kementerian Keuangan selaku perwakilan pemerintah.
"Sehingga 2027 kita harapkan sudah bisa aktivasinya. Mudah-mudahan ya, karena kan tidak hanya kita. Kita harus sepakat dengan OJK khususnya. Dan juga Kementerian Keuangan sebagai pemerintah," ujarnya.
Skema Penjaminan Tak Otomatis untuk Semua Perusahaan
Penerapan skema ini tidak serta-merta mencakup seluruh pelaku industri asuransi. LPS akan menerapkan mekanisme seleksi dan pendaftaran. Hanya perusahaan dengan kondisi tertentu yang dapat menjadi peserta program penjaminan polis.
Langkah ini merupakan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). UU tersebut memperluas peran LPS, tidak hanya menjamin simpanan nasabah bank, tetapi juga polis asuransi.
Apa Artinya bagi Pemegang Polis?
Bagi nasabah, skema ini diharapkan meningkatkan kepercayaan terhadap industri asuransi. Jaminan dari lembaga publik memberikan lapisan perlindungan kedua setelah proteksi dari perusahaan asuransi itu sendiri.
Meski demikian, LPS mengingatkan penjaminan bukan berarti seluruh risiko perusahaan ditanggung negara. Mekanisme ini tetap memiliki batasan dan ketentuan yang diatur lebih lanjut dalam regulasi turunan.
Sinkronisasi antarlembaga menjadi pekerjaan rumah utama sepanjang sisa tahun ini. Jika koordinasi berjalan mulus, target aktivasi 2027 bukan sekadar wacana, melainkan kepastian bagi pemegang polis di seluruh Indonesia.