MALUKU — Kategori ponsel lipat yang dilipat secara vertikal—kerap disebut book-style foldable—kini punya banyak pilihan di sisi Android. Berbeda dari ponsel flip yang ringkas, perangkat ini menawarkan layar selebar tablet saat dibuka penuh.
Fungsi utamanya memang dirancang untuk aktivitas berat: membagi layar untuk dua aplikasi, menonton video, bermain gim, sampai menyunting dokumen. Bagi pengguna yang menolak pindah ke ekosistem Apple, daftar produk di bawah ini layak dipertimbangkan. Sejumlah model telah resmi dirilis hingga Rabu (9/9/2026).
Samsung masih menjadi pemain sentral di segmen ini lewat lini Galaxy Z Fold. Galaxy Z Fold8, generasi teranyarnya, menghadirkan layar besar saat perangkat dibuka dan menjadi standar bagi kompetitor.
Google juga hadir dengan pendekatan berbeda. Pixel Fold menawarkan pengalaman Android murni dengan integrasi layanan Google yang lebih dalam. Keduanya sama-sama mengusung mekanisme engsel yang sudah disempurnakan di generasi terbaru.
OPPO dan HONOR membawa persaingan lewat desain yang lebih tipis dan ringan. Keduanya berlomba memangkas bobot tanpa mengorbankan kapasitas baterai—faktor yang kerap menjadi keluhan pengguna ponsel lipat generasi awal.
Motorola, yang selama ini identik dengan seri razr model flip, juga ikut meramaikan kategori layar lebar. Vivo melengkapi daftar dengan spesifikasi kamera dan layar yang agresif di kelasnya.
Kedatangan para pemain ini membuat lanskap ponsel lipat Android makin beragam. Setiap merek menawarkan karakteristik berbeda—ada yang unggul di sektor daya tahan, kamera, hingga harga.
Bagi konsumen Indonesia, pilihan yang tersedia saat ini sudah cukup luas untuk dibandingkan sebelum akhirnya memutuskan pindah dari ekosistem Android ke Apple. Dengan spekulasi iPhone Fold yang kian santer, persaingan di kategori ini diprediksi makin ketat ke depannya.