MALUKU — Selain Banderas, film ini diperkuat sederet nama beken seperti Eva Birthistle, Arinzé Kene, Úrsula Corberó, dan Forest Whitaker. Eden Hamilton, aktris muda yang memerankan Rose, menjadi tulang punggung cerita dengan penampilan yang penuh energi.
Kisah Up Against It berpusat pada Rose, remaja 14 tahun yang tengah bergulat dengan kehidupan pasca-perceraian orang tuanya. Ibunya, Saffron, seorang paralegal yang mudah panik, baru saja bertunangan dengan seorang psikiater bernama Kingsley di hari perceraiannya resmi diputuskan.
Rose lebih memilih dekat dengan ayahnya, Alvaro, yang tinggal bersama kekasihnya, Lara, seorang pemain cello muda. Lara sendiri adalah "orang ketiga" dalam pernikahan Saffron, meski tidak dijelaskan apakah Rose mengetahui fakta tersebut.
Konflik memuncak ketika kanker yang sempat dorman pada Rose kembali muncul. Dokter mereka, Dr. Abara yang diperankan Forest Whitaker, menyarankan agar Rose memiliki saudara kandung biologis untuk meningkatkan peluang donor sel punca.
Premis soal "savior child" atau anak yang sengaja diciptakan untuk menyelamatkan nyawa saudaranya sebenarnya menawarkan bahan cerita yang kaya. Namun, film ini hanya menyinggung isu tersebut sekilas, baik dari sisi drama maupun potensi komedinya.
Alih-alih mendalami dilema etika yang dihadapi para tokoh dewasa, Up Against It justru mengalihkan fokus dari Rose ke orang tuanya. Karakter remaja yang seharusnya menjadi inti drama kankernya malah terdorong ke latar belakang.
Keputusan naratif ini dinilai membingungkan, terutama karena film tetap ingin menyoroti tema permintaan maaf dan penebusan dosa dari karakter-karakter dewasa yang melakukan kesalahan.
Meski struktur ceritanya bermasalah, penampilan para pemain mendapat pujian. Eden Hamilton tampil memukau sebagai Rose dengan sikapnya yang berisik dan penuh semangat melawan dunia, setidaknya sampai karakter tersebut terlupakan oleh alur cerita.
Ketika film beralih ke Saffron dan Alvaro, Eva Birthistle dan Antonio Banderas memberikan penampilan yang menyentuh dan realistis. Keduanya berhasil menjadi pusat emosional di tengah film yang kesulitan menjaga fokusnya.
Sayangnya, beberapa alur cerita sampingan seperti ketertarikan Rose pada calon saudara tirinya, atau interaksi antara Kingsley dan Lara, hanya disentuh sekilas tanpa digarap serius. Bahkan ada adegan di mana Kingsley dan Lara bertukar nomor telepon, namun tidak pernah berinteraksi lagi setelahnya.
Bagi penonton Indonesia yang menyukai drama keluarga dengan konflik realistis, Up Against It menawarkan tontonan ringan dengan sederet akting berkualitas. Film ini cocok untuk yang menghargai eksplorasi dinamika keluarga modern, meski harus siap dengan alur yang terasa terburu-buru.
Penggemar Antonio Banderas juga bisa melihat sisi berbeda aktor Spanyol tersebut dalam peran sebagai ayah musisi yang penuh kasih namun kompleks. Kehadiran Forest Whitaker sebagai dokter dengan gaya bicara monotone yang menghibur menjadi nilai tambah tersendiri.
Dengan durasi yang tidak terlalu panjang dan tone yang ringan, Up Against It bisa menjadi pilihan tontonan akhir pekan. Namun, ekspektasi perlu disesuaikan karena film ini lebih cocok dinikmati sebagai hiburan santai ketimbang drama keluarga yang mendalam.