MALUKU — Bencana datang cepat bagi Marco Bezzecchi di Sirkuit Misano. Start dari pole position, rider Aprilia itu justru menyentuh aspal sebelum lap pertama tuntas dan harus mengakhiri balapan lebih awal.
Marc Marquez keluar sebagai pemenang MotoGP San Marino 2026, memanfaatkan kekosongan yang ditinggalkan Bezzecchi di barisan depan. Sementara Bezzecchi pulang tanpa satu pun poin.
Hasil di San Marino memperpanjang tren buruk Bezzecchi. Dari tujuh race terakhir, ia sudah lima kali gagal mendulang poin di balapan utama — tiga di antaranya berakhir crash.
Konsistensi yang jadi kekuatannya di paruh awal musim kini berbalik arah. Kini Bezzecchi harus menerima kenyataan turun ke posisi ketiga klasemen dengan koleksi 241 poin.
Marquez memimpin dengan 274 poin, unggul 33 angka atas Bezzecchi. Jarak itu tercipta bukan hanya dari kemenangan di Misano, tetapi juga dari rentetan hasil stabil yang membuatnya nyaman di depan.
MotoGP masih menyisakan delapan balapan sebelum musim ditutup. Delapan seri tersisa itu menjadi satu-satunya jalan bagi Bezzecchi untuk mengejar ketertinggalan.
Rider Italia itu menegaskan tidak akan melempar handuk. Ia menilai jumlah balapan yang tersisa masih terlalu besar untuk dianggap remeh.
"Setelah tujuh balapan, Anda tidak bisa menganggap enteng apa pun, begitu pula setelah empat belas balapan. Lagipula, masih banyak balapan yang harus dilalui," kata Bezzecchi, dilansir dari Mundo Deportivo.
"Saya tidak pernah berpikir, setelah tujuh balapan pertama, bahwa saya sudah mengamankan gelar juara. Saya yakin Marc juga tidak berpikir demikian sekarang," ujarnya.
Pernyataan itu menunjukkan Bezzecchi sadar posisinya belum aman — sekaligus belum hilang. Delapan balapan ke depan akan menentukan apakah crash di lap pertama Misano jadi titik balik atau awal kehancuran musimnya.