AMBON — Kota Ambon memimpin aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Provinsi Maluku. Hingga 2026, 54.531 penduduk kota ini terdaftar dalam sistem identitas digital tersebut. Angka itu menempatkan Ambon di peringkat pertama dibandingkan kabupaten/kota lain di Maluku.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Ambon, Lenortje Manusiwa, menyebut posisi tertinggi itu sebagai indikator meningkatnya keterbukaan warga terhadap IKD. Ia menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).
"Kalau dibandingkan dengan kabupaten, kota yang lain di Provinsi Maluku, Kota Ambon yang teratas," kata Manusiwa.
Komposisi Pendaftar: Perempuan Lebih Dominan di Ambon
Dari 54.531 penduduk Kota Ambon yang terdaftar dalam IKD, komposisinya terdiri dari 48,21 persen laki-laki dan 51,79 persen perempuan. Persentase kepemilikan IKD berdasarkan jenis kelamin di kabupaten/kota lain di Maluku menunjukkan variasi yang cukup lebar.
Di Maluku Barat Daya (MBD), penduduk laki-laki tercatat 26,09 persen, sedangkan perempuan mencapai 73,91 persen. Kepulauan Tanimbar dan Maluku Tengah masing-masing mencatat komposisi berimbang, yakni 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.
Seram Bagian Timur (SBT) tercatat 100 persen laki-laki dan 0 persen perempuan. Sementara Seram Bagian Barat (SBB) dan Buru Selatan sama-sama tercatat 0 persen laki-laki dan 0 persen perempuan.
Mengapa IKD Semakin Dibutuhkan Warga Ambon
Manusiwa menjelaskan, IKD berkaitan erat dengan kemudahan masyarakat memperoleh informasi dan mengakses berbagai program pelayanan pemerintah, termasuk informasi bantuan sosial.
"Dengan demikian maka itu menandakan bahwa antusias masyarakat kepada pembuatan IKD, aktivasi IKD itu sangat baik," ujarnya.
Masyarakat didorong memiliki dan mengaktifkan IKD agar dapat mengetahui secara mandiri berbagai informasi pelayanan yang tersedia, termasuk perkembangan maupun akses terhadap bantuan yang diberikan pemerintah.
"Sekarang ini masyarakat dituntut untuk dapat membuat IKD sebagai salah satu hal penting untuk dapat mengetahui dan mengakses langsung sendiri untuk mengetahui sampai di mana mereka dapat menerima bantuan kepada masyarakat dari pemerintah," jelasnya.
Harapan Dukcapil Ambon ke Depan
Dukcapil Kota Ambon berharap capaian aktivasi IKD terus meningkat dan semakin banyak warga yang mendaftar. Manusiwa menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk membuka diri terhadap layanan digital ini.
"Kami berharap supaya masyarakat lebih aktif untuk dapat membuka diri untuk membuat aktivasi IKD ini. Ini perlu mereka di kemudian hari," tandas Manusiwa.