MALUKU — Toyota tidak buru-buru mematok harga. Bansar Maduma mengatakan kalkulasi masih berjalan, terutama karena Land Cruiser FJ akan bersaing di segmen yang sudah dihuni Fortuner dan LC300. Pernyataan itu disampaikannya di Yogyakarta, Senin (14/9), di sela agenda Toyota bersama awak media.
"Kembali, kita masih dalam tahap kalkulasi," kata Bansar. Ia berharap angka final nanti tidak mengecewakan calon pembeli yang sudah menaruh minat lewat jaringan diler.
"Mudah-mudahan bisa memenuhi sesuai ekspektasi dari semua pelanggan," ujarnya.
Kehadiran FJ memperluas opsi SUV tangguh Toyota di pasar lokal. Model ini tidak menggantikan Fortuner, melainkan mengisi ruang kosong di antara Fortuner dan LC300 yang selisih harganya cukup lebar.
Karakter yang diusung adalah kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan, sesuai DNA Land Cruiser. Toyota tampaknya ingin menawarkan opsi ladder frame yang lebih terjangkau dari LC300, tapi lebih bergaya petualang dibanding Fortuner.
Untuk pasar Jepang, Land Cruiser FJ memakai mesin bensin 2,7 liter berkode 2TR-FE. Mesin empat silinder segaris ini menghasilkan tenaga maksimum 120 kW atau setara 163 PS, dengan torsi puncak 246 Nm.
Tenaga disalurkan lewat transmisi otomatis enam percepatan Super ECT. Toyota juga menyematkan Downhill Assist Control (DAC) dan Hill Start Assist Control (HAC) untuk membantu pengendalian di turunan dan tanjakan.
Konstruksi sasisnya ladder frame, dasar yang sama dengan Fortuner dan Hilux. Namun spesifikasi untuk Indonesia belum dikonfirmasi TAM, termasuk kemungkinan penyesuaian mesin atau fitur.
Di Jepang, FJ ditawarkan mulai 4,5 juta yen atau sekitar Rp500 jutaan. Angka itu belum bisa dipakai sebagai acuan harga Indonesia.
Ada beberapa faktor pembeda: spesifikasi yang mungkin disesuaikan, struktur pajak, dan biaya distribusi. Pajak kendaraan di Indonesia, terutama untuk SUV dengan kapasitas mesin 2.700cc, akan membuat harga akhir jauh berbeda dari negeri asalnya.
Sebagai gambaran, Fortuner 2.7 bensin saat ini dibanderol di kisaran Rp570 jutaan, sementara LC300 jauh di atas Rp2 miliar. Jika FJ diposisikan di antara keduanya, ada ruang harga yang cukup lebar untuk dimainkan Toyota.
Target peluncuran akhir 2026 memberi TAM waktu sekitar satu tahun untuk menyiapkan strategi harga dan konfigurasi. Bansar menyebut sudah ada calon konsumen yang mendaftarkan minat melalui diler, meski angka pastinya tidak disebutkan.
Kepastian harga dan spesifikasi final Land Cruiser FJ jadi informasi yang paling ditunggu. Bagi Toyota, menentukan harga di segmen ini bukan perkara mudah — terlalu tinggi bisa tergerus LC300, terlalu rendah bisa memakan pasar Fortuner.