MALUKU — KAI Commuter Indonesia (KCI) menghadirkan program Stamp Railly yang mengajak pengguna jasa kereta untuk mengoleksi cap atau stempel ikonik di sejumlah stasiun. Setiap desain cap dibuat unik, menyesuaikan karakter destinasi seperti bangunan stasiun bersejarah, landmark kota, budaya lokal, hingga flora dan fauna khas setempat. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna Commuter Line, sekaligus menarik minat wisatawan yang ingin melihat sisi heritage perkeretaapian.
Sepuluh Stasiun Perburuan Cap dan Lokasi Stan
Tidak semua stasiun KRL menyediakan stan Stamp Railly. Hanya ada sepuluh stasiun yang menjadi titik perburuan cap ikonik ini. Berikut daftar lengkapnya: Stasiun Bogor, Stasiun UI, Stasiun Manggarai, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun BNI City, Stasiun Jatinegara, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Gambir.
Setiap stasiun memiliki desain cap yang berbeda-beda. Kolektor bisa mengabadikan setiap stempel melalui foto sebagai dokumentasi pribadi perjalanan.
Siapkan Passport dan Atur Waktu Transit
Langkah awal yang wajib disiapkan adalah Stamp Railly Passport, sebuah buku khusus yang berfungsi sebagai media untuk mengumpulkan cap dari setiap stasiun yang dikunjungi. Buku ini menjadi bukti perjalanan dan sebaiknya disimpan di tempat yang aman selama berkeliling.
Untuk mengumpulkan beberapa cap dalam satu kali perjalanan, perhitungan waktu transit menjadi kunci. Stasiun Manggarai dan Tanah Abang berperan sebagai stasiun transit utama yang bisa dimanfaatkan untuk menyusun rute secara efisien. Dengan perencanaan yang matang, perburuan cap tetap bisa dinikmati tanpa terburu-buru.
Target Perluasan ke Jawa dan Sumatra Hingga 2027
Public Relations Manager KAI Commuter Indonesia (KCI), Leza Arlan, menyampaikan bahwa program ini tidak akan berhenti di Jabodetabek. Pihaknya menargetkan pengembangan Stamp Railly ke sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatra secara bertahap hingga 2027.
"Awalnya memang di Jabodetabek ini, nanti akan ke Jawa dan Sumatra, jadi nggak cuma di sini, tapi next-nya sampai 2027 nanti kita tuh punya (target) Nataru sampai lebaran," ujar Leza kepada detikTravel pada Rabu (26/08/2026).
Program ini menyasar tidak hanya pengguna harian Commuter Line, tetapi juga komunitas penggemar kereta dan wisatawan yang tertarik menjelajahi stasiun-stasiun heritage. "Targetnya sendiri ya otomatis nggak cuma dari pengguna Commuter Line, justru ada dari luar juga. Target kita ada railly fans, ada juga kalau misalnya wisatawan-wisatawan lain yang misal mau lihat stasiun heritage. Kita bareng-bareng berikan customer experience-lah ke orang yang ikut kegiatan ini," jelas Leza.
Lebih dari Sekadar Jumlah Stempel
Berburu Stamp Railly bukan sekadar mengejar kuantitas cap. Setiap stasiun menyimpan cerita dan karakteristiknya masing-masing. Aktivitas ini menawarkan pengalaman wisata baru yang menggabungkan perjalanan kereta harian dengan eksplorasi sejarah dan budaya lokal.
Bagi traveler yang ingin mencoba aktivitas berbeda saat menggunakan KRL, berburu Stamp Railly bisa menjadi pilihan. Siapkan Stamp Railly Passport, tentukan daftar stasiun tujuan, dan mulailah mengumpulkan cap satu per satu. Informasi terkini mengenai ketersediaan stan dan mekanisme program dapat dikonfirmasi langsung melalui kanal resmi KAI Commuter.