BMKG Catat 3 Gempa Dini Hari di Maluku Tenggara dan Manggarai, Terbesar M4,4 Tak Berpotensi Tsunami

Penulis: Pandu Wibisono  •  Jumat, 18 September 2026 | 08:46:02 WIB

MALUKU — Gempa berkekuatan Magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Maluku Tenggara pada Jumat pukul 03:23:47 WIB. BMKG melalui akun media sosial X @infobmkg melaporkan pusat gempa berada di koordinat 5,59 Lintang Selatan dan 130,86 Bujur Timur, atau sekitar 208 kilometer sebelah barat Maluku Tenggara. Gempa terjadi pada kedalaman 79 kilometer dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Rentetan Gempa Kedua dan Ketiga di Ruteng, Manggarai

Tak lama berselang, aktivitas seismik bergeser ke wilayah Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Gempa berkekuatan Magnitudo 2,3 tercatat pada pukul 03:28:09 WIB, berpusat di koordinat 7,89 Lintang Selatan dan 120,36 Bujur Timur. Episentrumnya berada 81 kilometer sebelah utara Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman 17 kilometer.

Gempa ketiga menyusul sepuluh menit kemudian. BMKG mencatat gempa berkekuatan Magnitudo 2,2 mengguncang wilayah Ruteng, Manggarai, pada pukul 03:38:23 WIB.

Mengapa Maluku Tenggara Kerap Diguncang Gempa?

Wilayah Maluku Tenggara berada di zona pertemuan lempeng tektonik yang aktif. Posisi geografisnya di kawasan timur Indonesia membuat wilayah ini rutin mencatat aktivitas gempa, baik berkekuatan kecil maupun sedang.

BMKG merilis data ketiga gempa tersebut secara berurutan melalui kanal resmi mereka. Hingga rilis diterbitkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat rentetan gempa dini hari tersebut.

Apa yang Perlu Warga Lakukan Saat Gempa Dini Hari?

Gempa yang terjadi saat dini hari sering membuat warga terbangun mendadak dari tidur. Kondisi ini bisa memicu kepanikan, terutama jika guncangan terasa cukup kuat.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga di wilayah rawan gempa disarankan mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat di lingkungan masing-masing.

Untuk gempa dengan magnitudo kecil seperti yang tercatat di Ruteng, guncangan umumnya tidak dirasakan signifikan oleh warga. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan mengingat wilayah tersebut berada di jalur sesar aktif.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top