Pemkab Lombok Timur Raih Juara III Pengelolaan Sampah Regional Maluku-Nusa Tenggara, Bawa Pulang Insentif Rp 1 Miliar

Penulis: Ujang Rahmat  •  Jumat, 18 September 2026 | 14:01:01 WIB

LOMBOK TIMUR — Penilaian dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri tidak hanya melihat aspek kebersihan semata. Tim penilai Kementerian Dalam Negeri menelusuri upaya terpadu yang dijalankan Pemkab Lombok Timur dari hulu hingga hilir, termasuk penanganan sampah di kawasan pesisir.

Integrasi pengelolaan sampah pesisir dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menekan dampak sampah terhadap ekosistem. Pemkab Lombok Timur juga dinilai aktif melakukan pembersihan kanal agar saluran air tetap berfungsi dan tidak tersumbat timbunan sampah.

Penertiban Baliho Liar hingga Inovasi Daerah Jadi Penilaian

Penertiban estetika baliho liar turut masuk dalam indikator penilaian. Penataan itu dinilai menjaga kebersihan visual, ketertiban ruang publik, serta kenyamanan warga dalam beraktivitas.

Inovasi daerah menjadi nilai tambah dalam proses penilaian. Program yang mampu menghadirkan solusi kreatif, melibatkan berbagai pihak, dan dapat dijalankan secara berkelanjutan dinilai berperan memperkuat pengelolaan lingkungan.

Kualitas lingkungan hidup dan efektivitas program yang berdampak langsung kepada masyarakat juga menjadi perhatian penilai. Keberhasilan sebuah program tidak hanya dilihat dari pelaksanaannya, tetapi dari manfaat yang dirasakan warga.

Insentif Fiskal Rp 1 Miliar untuk Perkuat Kinerja Lingkungan

Insentif fiskal senilai Rp 1 miliar menjadi bagian dari penghargaan atas capaian Pemkab Lombok Timur di kategori yang telah ditetapkan. Penghargaan ini dinilai penting karena persoalan sampah dan lingkungan hidup menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat.

Upaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan disebut sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan asri.

Mendagri: Penilaian Libatkan Kementerian Terkait

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dengan melibatkan kementerian terkait. Menurutnya, keterlibatan berbagai kementerian diperlukan agar penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah dapat dilakukan secara menyeluruh.

"Tito berharap penghargaan tersebut dapat mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," demikian arahannya dalam acara tersebut.

Mendagri juga menantang seluruh kepala daerah, baik gubernur maupun bupati dan wali kota yang hadir, untuk kembali menunjukkan prestasi pada penghargaan lain yang akan diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Tantangan itu menjadi dorongan agar pemerintah daerah terus memperbaiki program dan kinerjanya.

Bagi Lombok Timur, capaian ini menambah deretan prestasi daerah di tingkat regional. Penghargaan diterima langsung Bupati H. Haerul Warisin pada acara yang berlangsung Kamis (17/9/2026).

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: harianpelita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top