MALUKU — Samuel Eto'o menegaskan Lamine Yamal pantas masuk daftar kandidat Ballon d'Or tahun ini setelah gelandang muda Barcelona itu mengantar Spanyol juara Piala Dunia 2026. Mantan penyerang Kamerun tersebut menyebut pemain 19 tahun itu sudah menjadi Ballon d'Or di hatinya, terlepas dari hasil akhir pemungutan suara nanti.
Penilaian Eto'o muncul setelah Yamal menjalani musim 2025/2026 yang nyaris sempurna bersama klub dan negaranya. Bersama Barcelona, ia mengantar Los Cules menjuarai LaLiga dua tahun berurutan. Bersama Timnas Spanyol, Yamal menjadi motor serangan La Furia Roja yang menjuarai Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Pada partai final, Spanyol memetik kemenangan atas Argentina. Yamal tampil sebagai salah satu pemain paling menonjol di sepanjang turnamen, baik saat mengatur serangan maupun mencetak gol krusial.
Kombinasi gelar LaLiga dan trofi Piala Dunia membuat namanya masuk pembicaraan sebagai kandidat kuat Ballon d'Or tahun ini. Prestasi itu jarang diraih pemain seusianya dalam satu siklus kompetisi.
Eto'o tidak ragu memberi pujian tinggi kepada Yamal. Menurutnya, pemain muda Barcelona itu memiliki kombinasi kualitas yang jarang ditemui.
"Jenius, berani, berbakat. Semoga sukses dalam perburuan Ballon d'Or ini," kata Eto'o dikutip dari Sportskeeda.
"Namun apa pun keputusan akhirnya, satu hal yang pasti: sama seperti Ousmane, kamu sudah menjadi Ballon d'Or di hati kami," ujar dia menambahkan.
Pernyataan itu sekaligus menyiratkan dukungan Eto'o terhadap Yamal maupun Ousmane Dembele, dua nama yang sama-sama bersaing di bursa Ballon d'Or tahun ini.
Yamal tidak berjalan sendirian menuju podium. Sejumlah nama besar juga masuk daftar kandidat peraih Ballon d'Or tahun ini.
Ketiganya punya modal kuat dari performa bersama klub masing-masing. Mbappe dan Dembele bersinar di kompetisi Eropa, sementara Kane konsisten sebagai ujung tombak utama.
Meski begitu, gelar Piala Dunia 2026 menjadi nilai tambah besar bagi Yamal. Trofi internasional level tertinggi kerap menjadi faktor penentu dalam penilaian Ballon d'Or.
Bagi Eto'o, keputusan akhir juri tidak akan mengubah penilaiannya. Yamal, dalam pandangannya, sudah membuktikan kapasitasnya sebagai pemain terbaik generasinya.