AMBON — Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Universitas Pattimura diikuti sivitas akademika, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta siswa dan siswi Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura. Rektor menilai keterlibatan unsur pendidikan dalam peringatan tersebut penting untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.
Menurut Prof. Leiwakabessy, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi kesempatan untuk kembali memahami perjuangan para pendiri bangsa dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. Ia menyebut pemaknaan itu menyentuh inti karakter dan jati diri bangsa.
Prof. Leiwakabessy mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna penting bagi seluruh warga bangsa, terutama generasi muda. Nilai-nilai yang diperjuangkan para pendiri bangsa, katanya, harus terus dimaknai dan dihayati.
"Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi kita untuk melakukan penghayatan diri terhadap ideologi Pancasila. Apa yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa, dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, menjadi inti, makna, dan filosofi karakter serta jati diri bangsa yang harus terus dimaknai dan dihayati oleh seluruh warga bangsa," ujar Leiwakabessy.
Rektor menegaskan upacara tersebut bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan. Ia berharap penghayatan itu berlanjut pada sikap dan perilaku sehari-hari.
"Jangan sampai peringatan ini hanya menjadi kegiatan formalitas. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila itu dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku kita sehari-hari," kata Leiwakabessy.
Untuk memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila di lingkungan Universitas Pattimura, Rektor menggagas pelaksanaan berbagai kegiatan dan perlombaan yang berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan itu diharapkan mendorong sivitas akademika dan generasi muda memahami Pancasila tidak hanya sebagai ideologi negara.
Nilai-nilai tersebut, menurut Rektor, juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gagasan ini menjadi lanjutan dari upaya kampus menanamkan karakter kebangsaan di kalangan mahasiswa dan pelajar.