AMBON — Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menyebut TPK hotel bintang bulan Agustus 2026 mencapai 24,55 persen. Angka itu turun 2,63 poin dibanding Juli 2026 yang tercatat 27,18 persen. Secara tahunan, penurunan mencapai 6,01 poin dari 30,56 persen pada Agustus 2025.
Penurunan bulanan dan tahunan hotel bintang berbanding terbalik dengan hotel non bintang. TPK hotel non bintang dan akomodasi lainnya pada Agustus 2026 mencapai 19,46 persen, naik 1,60 poin secara bulanan dan 2,51 poin secara tahunan.
Sepanjang Januari-Agustus 2026, TPK hotel bintang mencapai 30,35 persen atau naik 1,04 poin dibanding periode sama tahun sebelumnya. Adapun TPK hotel non bintang dan akomodasi lainnya sebesar 19,36 persen, naik 3,23 poin secara kumulatif.
Data kumulatif itu menunjukkan tren penginapan di Maluku secara umum belum melemah. Penurunan Agustus 2026 lebih bersifat fluktuasi bulanan ketimbang pelemahan struktural.
Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang Maluku pada Agustus 2026 selama 2,18 malam. Angka itu naik 0,14 poin secara bulanan, tetapi turun 0,87 poin secara tahunan.
Sementara tamu domestik di hotel bintang rata-rata menginap 1,41 malam. Lama tinggal tamu domestik turun 0,32 poin secara bulanan dan 0,34 poin secara tahunan.
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Maluku pada Agustus 2026 mencapai 312.540 perjalanan. Angka itu turun 6,57 persen dibanding Juli 2026, tetapi naik 21,05 persen dibanding Agustus 2025.
Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, perjalanan wisnus di Maluku mencapai 2.257.795 perjalanan. Capaian itu naik 8,84 persen dibanding periode sama 2025.
Lonjakan perjalanan wisnus tidak otomatis mengerek TPK hotel bintang. Sebagian wisatawan memilih hotel non bintang, rumah kerabat, atau akomodasi lain yang TPK-nya justru naik pada Agustus 2026.
Pola lama menginap tamu domestik yang turun ke 1,41 malam juga mengurangi kontribusi terhadap okupansi kamar. Kunjungan lebih banyak, tetapi durasi tinggal lebih pendek.
BPS Provinsi Maluku merilis data tersebut sebagai bagian dari publikasi statistik pariwisata periode Agustus 2026. Angka-angka itu menjadi acuan awal bagi pelaku usaha perhotelan dan pemda dalam menyusun proyeksi musim kunjungan berikutnya.