JAILOLO — Erupsi terbaru Gunung Ibu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 63 detik. Laporan aktivitas gunung api PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia menyebut kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah utara.
Ketinggian kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak itu setara 1.825 meter di atas permukaan laut (mdpl). PVMBG memantau aktivitas Gunung Ibu secara berkala karena statusnya belum turun dari Level II.
Selama sepekan terakhir, Gunung Ibu tercatat mengalami 51 kali erupsi. Frekuensi itu menunjukkan aktivitas vulkanik masih perlu mendapat perhatian dan pemantauan.
Gunung Ibu merupakan salah satu gunung api aktif di Maluku Utara yang aktivitasnya terus dipantau PVMBG. Status Level II atau Waspada menandakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi resmi dari petugas.
Masyarakat di sekitar gunung diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan terus memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas terkait. Hingga laporan aktivitas terbaru diterbitkan, PVMBG belum menaikkan status Gunung Ibu dari Waspada.
Warga yang hendak beraktivitas di sekitar kawasan gunung disarankan menjauhi radius berbahaya dan tidak terpancing informasi yang tidak bersumber dari PVMBG. Pemantauan gunung api di Maluku Utara sendiri berjalan rutin lewat aplikasi MAGMA Indonesia.