AMBON — Konferensi internasional ICAST 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, dan perwakilan pemerintah daerah untuk membahas penguatan kolaborasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Acara berlangsung di Lantai 5 Hotel Santika Ambon dan dibuka langsung oleh Gubernur Maluku.
Hadir dalam pembukaan itu Rektor Universitas Pattimura, Wali Kota Ambon, Dekan dan sivitas akademika Fakultas Sains dan Teknologi, para profesor, peneliti, akademisi, praktisi industri, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Maluku, serta perwakilan organisasi perangkat daerah Pemerintah Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Lewerissa menekankan bahwa kemajuan sains dan teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi perlu diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kesenjangan, menjaga lingkungan, dan membuka peluang bagi generasi mendatang.
"Nilai sebenarnya terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, mengurangi ketimpangan, menjaga lingkungan kita, dan menciptakan peluang bagi generasi mendatang," tegas Lewerissa.
Pernyataan itu menjadi penanda arah kebijakan daerah: riset tidak berhenti di publikasi ilmiah, tetapi harus menyentuh persoalan sehari-hari warga Maluku.
Gubernur menyebut Maluku punya potensi besar sebagai wilayah maritim dengan kekayaan kelautan, perikanan, dan keanekaragaman hayati. Potensi itu perlu didukung pemanfaatan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta kebijakan berbasis bukti.
Sejumlah tantangan pembangunan disebutnya masih mengemuka, mulai dari keterbatasan konektivitas antarpulau, tingginya biaya logistik, hingga ketimpangan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Persoalan geografis kepulauan membuat solusi teknologi tidak bisa disalin mentah dari daerah lain.
Karena itu, Lewerissa mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, sektor swasta, dan masyarakat. Solusi yang dikembangkan diminta sesuai kebutuhan daerah, bukan sekadar mengikuti tren global.
Selain kolaborasi kelembagaan, Gubernur menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia, terutama generasi muda. Penguatan literasi ilmiah, kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas disebut sebagai kunci.
"Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk memajukan agenda pembangunan yang menjadikan sains, teknologi, dan inovasi sebagai penggerak utama transformasi daerah," ujarnya.
Lewerissa berharap ICAST 2026 tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru dan publikasi ilmiah. Forum ini diharapkan melahirkan kemitraan, rekomendasi, serta inisiatif konkret yang mendukung pembangunan daerah, nasional, dan global.
Bagi Maluku, konferensi dua hari ini menjadi ujian awal: seberapa cepat rekomendasi akademik bisa diterjemahkan menjadi kebijakan yang menjawab persoalan konektivitas dan layanan dasar di kabupaten-kabupaten kepulauan.