Pencarian

Gubernur Maluku Buka Mubes IV Latupati di Baileo, Minta Raja Selesaikan Konflik Batas Negeri Lewat Dialog Adat

Jumat, 16 Oktober 2026 • 13:47:01 WIB
Gubernur Maluku Buka Mubes IV Latupati di Baileo, Minta Raja Selesaikan Konflik Batas Negeri Lewat Dialog Adat
Gubernur Maluku membuka Musyawarah Besar IV Majelis Latupati Maluku di Gedung Baileo Maluku, Ambon.

AMBON — Musyawarah Besar IV Majelis Latupati Maluku yang digelar di Gedung Baileo Maluku menjadi momentum bagi para raja dan pemimpin adat untuk menata ulang arah organisasi. Forum ini juga menjadi ruang pemilihan kepengurusan baru, setelah periode sebelumnya dinilai selesai.

Lewerissa menyebut pergantian kepengurusan sebagai hal lumrah dalam sebuah organisasi. Ia meminta seluruh peserta menjalankan musyawarah secara bijaksana, aman, dan penuh rasa kekeluargaan.

"Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam musyawarah, tetapi jangan sampai meninggalkan perpecahan. Kepentingan bersama harus tetap menjadi prioritas," tegasnya.

Raja Diminta Hadir di Tengah Warga, Bukan Sekadar Simpan Gelar

Pesan pertama yang ditekankan Lewerissa adalah soal kepemimpinan adat yang dekat dengan masyarakat. Menurutnya, kehormatan seorang raja tidak terletak pada gelar atau kedudukan adat semata, melainkan pada kepercayaan warga terhadap kepemimpinannya.

Ia meminta para raja selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, memperhatikan kesulitan warga, serta merangkul generasi muda. Pemimpin adat juga diharapkan menjadi tempat warga mencari nasihat ketika menghadapi persoalan.

Kepemimpinan adat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga nilai kebersamaan dan memperkuat solidaritas sosial di negeri-negeri adat.

Batas Petuanan Jadi PR Besar, Latupati Didorong Jadi Fasilitator

Persoalan batas wilayah dan petuanan masih menjadi tantangan di sejumlah negeri di Maluku. Lewerissa menilai persoalan itu butuh kebijaksanaan, keterbukaan, dan komitmen semua pihak agar bisa diselesaikan tanpa merusak hubungan persaudaraan antarnegeri.

Majelis Latupati Maluku didorong mengambil peran sebagai fasilitator untuk mempertemukan negeri-negeri yang berselisih melalui dialog konstruktif. Penyelesaian konflik harus didasarkan pada sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan, bukti yang jelas, hukum adat yang relevan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Jangan biarkan persoalan batas petuanan merusak hubungan antarnegeri," pesan Lewerissa kepada para pemimpin adat.

Jika diperlukan, koordinasi dibangun bersama pemerintah kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi Maluku. Tujuannya agar setiap proses penyelesaian berjalan terukur, adil, dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Maluku Rawan Gempa hingga Karhutla, Raja Diminta Gerakkan Warga

Lewerissa juga menyoroti kerentanan wilayah Maluku sebagai daerah kepulauan yang menghadapi keterbatasan fiskal dan berbagai ancaman bencana. Ancaman itu meliputi gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan kabut asap.

Kesiapsiagaan bencana diminta menjadi perhatian bersama, termasuk bagi para pemimpin adat di setiap negeri. Majelis Latupati diharapkan mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap potensi ancaman bencana dan menjaga kelestarian hutan serta lingkungan.

Peran raja dinilai strategis karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Mereka dapat membantu menyampaikan informasi, menggerakkan partisipasi warga, serta memperkuat kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Agenda Pembangunan Kepulauan Butuh Dukungan Pemimpin Adat

Pada bagian lain sambutannya, Lewerissa menyinggung sejumlah agenda strategis pembangunan Maluku yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk Majelis Latupati. Ia menyampaikan perjuangan terhadap Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan sebagai salah satu agenda yang masih berjalan.

Dukungan pemimpin adat dinilai penting agar aspirasi daerah kepulauan bisa terus diperjuangkan di tingkat nasional. Forum Mubes IV diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap keberlangsungan negeri-negeri adat dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di Maluku.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bedahnusantara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks