Pos Gizi Tangsel Bertambah 7 pada 2026, Targetkan Tekan Stunting

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51:01 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau Pos Gizi di Kelurahan Lengkong Gudang, Senin (19/10/2026).

MALUKU — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan penambahan tujuh pos gizi sepanjang 2026 untuk menekan angka stunting dan meningkatkan gizi ibu serta anak. Bagi ibu muda di Tangsel, pos gizi ini jadi tempat konsultasi gizi, pemberian makanan tambahan, hingga pendampingan kader kesehatan di kelurahan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyampaikan target penambahan tujuh pos gizi itu saat mengunjungi Pos Gizi di Kelurahan Lengkong Gudang, Senin (19/10/2026). Menurutnya, program pos gizi sudah berjalan cukup lama dan kini diperluas jangkauannya.

Pos gizi bukan sekadar tempat penimbangan bayi. Di dalamnya ada kader kesehatan yang mendampingi warga memahami gizi seimbang, terutama untuk anak dan ibu hamil.

Apa Itu Pos Gizi dan Siapa yang Dilayani

Pos gizi melibatkan kader kesehatan di setiap wilayah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Fokusnya pemenuhan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil.

Selain penyuluhan, pos gizi mendukung pemberian makanan tambahan dan suplemen nutrisi bagi kelompok yang membutuhkan intervensi gizi. Jadi, ibu yang anaknya terindikasi kurang gizi bisa mendapat pendampingan langsung di sini.

Edukasi Gizi Jadi Kunci Program

Pilar menegaskan edukasi menjadi inti program. Kader kesehatan dikerahkan supaya masyarakat paham pentingnya asupan bergizi, bukan hanya menerima bantuan makanan.

"Ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Pos gizi ini dikelola oleh para kader kesehatan supaya masyarakat memahami pentingnya gizi yang baik, baik untuk anak maupun ibu hamil," ujar Pilar.

Pemahaman yang benar soal gizi seimbang membuat ibu bisa memilih menu harian sendiri, tanpa bergantung pada bantuan yang sifatnya sementara.

Program Makanan Tambahan Sudah Jalan Tiga Tahun

Pemberian makanan tambahan di Tangsel bukan program baru. Pilar menyebut kegiatan ini sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

"Sudah berjalan selama tiga tahun dan alhamdulillah sangat membantu ibu-ibu yang membutuhkan, baik ibu hamil maupun keluarga yang anaknya dinilai mengalami stunting," kata Pilar.

Dari pengalaman tiga tahun itu, Pemkot Tangsel menilai pendekatan berbasis kader di tingkat kelurahan cukup efektif menjangkau keluarga yang butuh dukungan gizi.

Yang Perlu Ibu Perhatikan soal Gizi Anak

Pemantauan rutin tetap penting. Kalau berat badan anak tidak naik dalam beberapa bulan, atau anak tampak lemas dan nafsu makan turun, segera konsultasikan ke posyandu atau puskesmas terdekat.

Ibu hamil juga perlu memeriksa asupan harian, termasuk zat besi dan protein. Kader pos gizi bisa membantu mengecek apakah kebutuhan nutrisi harian sudah terpenuhi atau belum.

Penambahan tujuh pos gizi pada 2026 diharapkan memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat pencegahan stunting di Tangsel. Untuk ibu muda, keberadaan pos gizi di kelurahan membuat akses konsultasi gizi jadi lebih dekat dan tidak perlu biaya besar.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: ekbisbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top