AMBON — Keberhasilan pembangunan di Maluku tidak cukup ditopang ketersediaan anggaran, teknologi, dan infrastruktur. Vanath menilai komunikasi yang efektif, kepercayaan publik, serta dukungan masyarakat menjadi faktor penentu yang kerap luput diperhitungkan.
Seminar bertajuk "Socio-Culture Net Again Memastikan Sustainabilitas Operasional Proyek Lapangan Abadi Masela" itu diinisiasi TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral IX Ambon. Forum ini mempertemukan Forkopimda Maluku, Sekretaris Daerah, pejabat utama Kodaeral IX Ambon, anggota DPRD Provinsi Maluku, hingga pimpinan instansi vertikal.
Hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia secara daring, Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Bidang Kemaritiman, Rektor UIN A.M. Sangadji, Kepala Kanwil Kementerian Agama Maluku, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan akademisi.
Vanath menyoroti struktur pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada belanja pegawai serta proyek bersumber APBN dan APBD. Menurutnya, pola itu perlu segera diseimbangkan dengan masuknya investasi swasta berskala lebih besar.
"Pertumbuhan ekonomi Maluku selama ini masih banyak ditopang oleh belanja pemerintah, baik melalui belanja pegawai maupun proyek APBN dan APBD. Karena itu, kita membutuhkan investasi swasta yang lebih besar agar aktivitas ekonomi semakin berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Vanath.
Investasi yang tumbuh di Maluku diharapkan membuka lapangan kerja, menggerakkan aktivitas ekonomi, dan berdampak nyata pada kesejahteraan warga. Vanath mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun komunikasi dan koordinasi untuk mengawal keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela.
Vanath menekankan pentingnya memperhitungkan dampak sosial dan lingkungan sejak tahap persiapan hingga operasional proyek. Langkah mitigasi, menurutnya, harus disiapkan matang agar pembangunan memberi manfaat jangka panjang tanpa mengabaikan kepentingan warga setempat.
Ia juga mengingatkan perlunya perencanaan keberlanjutan kehidupan masyarakat setelah kegiatan operasional perusahaan berakhir. Dengan begitu, manfaat investasi tidak berhenti saat proyek selesai, tetapi tetap menopang kehidupan warga dalam jangka panjang.
Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen menciptakan iklim investasi kondusif melalui kolaborasi lintas sektor. Dukungan itu tetap harus berjalan seiring upaya menjaga kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan pembangunan, dan kearifan lokal.
Seminar Komsos TNI mengusung tema "Dengan Komunikasi Sosial TNI, Kita Dukung Program Pemerintah dalam Mewujudkan Asta Cita Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045". Forum ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membangun dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan investasi strategis di Maluku.
Melalui pertemuan itu, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan komitmen antarpemangku kepentingan dalam mengawal Proyek Lapangan Abadi Blok Masela. Investasi tersebut diharapkan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.