MALUKU — Kerentanan kritis pada bahasa pemrograman PHP yang luput terdeteksi selama lebih dari satu dekade memicu peringatan darurat keamanan siber global. Badan keamanan nasional sejumlah negara mendesak operator situs segera memasang tambalan atau menonaktifkan sistem yang terdampak.
Celah keamanan di PHP ditemukan lewat bantuan kecerdasan buatan, setelah bertahun-tahun tak terdeteksi oleh metode konvensional. Perusahaan keamanan siber Wiz menyebutnya sebagai kerentanan terparah yang pernah ditemukan AI, sementara OpenAI menilai temuan itu salah satu masalah keamanan paling berdampak.
PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) adalah bahasa pemrograman yang digunakan secara internasional sejak awal 2000-an untuk membangun situs web. Wikipedia, WordPress, dan banyak toko online berjalan di atasnya.
Saat pengguna membuka situs seperti Wikipedia, kode PHP yang mengumpulkan informasi lalu menyajikannya dalam format yang bisa dibaca di web. Kerentanan pada PHP memungkinkan penyerang mengambil alih server tanpa autentikasi dan mencuri data sensitif.
Diperkirakan celah ini dapat memengaruhi berjuta-juta situs. Peneliti keamanan siber dari University of Adelaide, Jill Slay, memperingatkan dampaknya bisa luas. "Akan menjadi bencana jika hacker atau suatu negara mempersenjatai celah keamanan ini dan merampas data pribadi dari berbagai situs," ujarnya.
Peringatan darurat ini mengganggu layanan secara global, mulai platform game, portal pemerintah, hingga forum online. Wikimedia, organisasi di balik Wikipedia, menonaktifkan sejumlah sistemnya sebagai langkah pencegahan.
Pemerintah Finlandia, dewan kota Edinburgh, dan BBC turut menonaktifkan situs mereka. Badan keamanan siber Belanda melakukan hal serupa, begitu pula sejumlah organisasi publik Skotlandia termasuk dewan perwakilan dan dewan kesehatan daerah.
Pakar memperingatkan situs yang tidak dirawat menghadapi risiko jauh lebih besar, khususnya milik organisasi kecil dengan sumber daya keamanan terbatas. Upaya eksploitasi diperkirakan meningkat dalam beberapa minggu ke depan karena detail teknis celah sudah diungkap ke publik.
Pengembang platform PHP telah meluncurkan tambalan untuk memperbaiki kerentanan yang bersembunyi di dalam software mereka bertahun-tahun. "Semua pengguna PHP sangat disarankan segera melakukan pembaruan," kata pihak pengembang.
Badan Keamanan Nasional AS (NSA) meminta seluruh organisasi yang menggunakan PHP menonaktifkan sistem jika tidak dapat segera menambalnya. NSA menambahkan celah ini bisa menjadi jalur untuk mengeksploitasi basis data sistem.
Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) memberikan saran serupa dan meminta organisasi memeriksa adanya backdoor yang dipasang penyerang. Badan serupa di Uni Eropa dan Australia mengeluarkan peringatan yang sama.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengimbau masyarakat memeriksa apakah situs web publik mereka berjalan dengan PHP. NSA juga mendesak peningkatan kewaspadaan dalam beberapa minggu ke depan dan pemantauan update dari vendor software. "Kewaspadaan dalam menerapkan tambalan terkait sistem tersebut adalah sangat krusial," tegas badan itu.
Pemilik situs didesak mengamankan platform mereka dengan PHP versi terbaru sesegera mungkin. Organisasi yang belum bisa menambal diminta menonaktifkan sementara layanan yang bergantung pada PHP.
Pemeriksaan backdoor dan pemantauan log akses menjadi prioritas, terutama bagi situs yang menangani data pengguna. Pengembang juga perlu memantau pembaruan dari vendor software untuk memastikan tambalan tambahan jika muncul varian serangan baru.
Bagi pengguna di Indonesia, imbauan ini relevan bagi pelaku bisnis digital yang menjalankan toko online atau situs berbasis WordPress. Memastikan versi PHP terbaru dan memantau pengumuman penyedia hosting menjadi langkah awal yang bisa dilakukan tanpa menunggu insiden.