Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Barat Laut Larat Kepulauan Tanimbar, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Penulis: Tedy Rustandi  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16:31 WIB
BMKG mencatat gempa magnitudo 6,4 berpusat di 60 kilometer barat laut Larat, Kepulauan Tanimbar, pada kedalaman 160 kilometer.

MALUKU — BMKG merilis informasi gempa melalui akun X @infobmkg, menyebut episentrum berada di 60 kilometer arah barat laut Larat, Kepulauan Tanimbar. Koordinat gempa tercatat pada 6,34 Lintang Selatan dan 130,52 Bujur Timur.

Kedalaman sumber gempa mencapai 160 kilometer. BMKG menegaskan getaran bermagnitudo 6,4 tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Mengapa Gempa Tanimbar Tidak Memicu Tsunami

Kedalaman 160 kilometer menempatkan sumber gempa di zona subduksi dalam, bukan di lapisan kerak dangkal yang biasanya memicu gelombang laut besar. Karakteristik ini yang membuat BMKG langsung menyatakan tidak ada ancaman tsunami.

Wilayah Maluku memang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik, sehingga aktivitas gempa kerap terjadi. Masyarakat diimbau tetap tenang dan memantau informasi resmi BMKG.

Tiga Gempa Tercatat dalam Rentang Sembilan Menit

Selain gempa utama di Tanimbar, BMKG mencatat dua getaran lain pada pagi yang sama. Gempa Magnitudo 1,9 terjadi di wilayah Utara Ruteng, Manggarai, NTT, pukul 05.04.08 WIB.

Pusat gempa Ruteng berada di 37 kilometer utara Ruteng pada kedalaman 5 kilometer, dengan koordinat 8,29 Lintang Selatan dan 120,55 Bujur Timur. Skala magnitudo kecil membuat getaran ini kemungkinan tidak dirasakan warga.

Gempa ketiga berkekuatan Magnitudo 2,3 terjadi di wilayah Barat Tanggamus, Lampung, pukul 05.13.06 WIB. BMKG tidak melaporkan dampak kerusakan dari ketiga peristiwa tersebut.

Apa yang Perlu Dilakukan Warga Pesisir Tanimbar

Meski dinyatakan tidak berpotensi tsunami, warga di kawasan pesisir Kepulauan Tanimbar tetap disarankan mengenali jalur evakuasi terdekat. Gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil masih mungkin terjadi.

Informasi resmi hanya bersumber dari kanal BMKG. Warga diminta tidak menyebarkan pesan berantai yang belum terverifikasi soal potensi tsunami.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top