MALUKU — Marco Bezzecchi menolak menyerah dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026 meski tertinggal 52 poin dari Marc Marquez. Finis ketiga di Sprint Race Malaysia membuat pebalap Aprilia itu mengoleksi 322 poin, sementara Marquez memimpin klasemen dengan 374 poin.
Bertarung di Sirkuit Sepang, Sabtu (31/10/2026), Bezzecchi memulai Sprint Race dari posisi kelima. Pebalap Italia itu lalu merebut tempat ketiga dari Ai Ogura, pembalap Trackhouse, pada fase akhir balapan.
Hasil tersebut tidak mengubah peta persaingan di puncak. Marquez masih kukuh di depan dengan keunggulan 19 poin atas Jorge Martin, yang juga membela Aprilia namun harus mundur dari rangkaian MotoGP Malaysia akibat cedera pergelangan tangan.
Jarak 52 angka dari Marquez nyatanya tidak menyurutkan keyakinan Bezzecchi. Saat ditanya soal peluang juara, ia memberi jawaban tegas kepada Sky Italia.
"Saya masih percaya bisa merebut gelar. Kalau tidak, buat apa saya datang ke setiap balapan?" kata Bezzecchi.
Keyakinan itu bertolak dari catatan musim yang sempat berpihak padanya. Bezzecchi pernah memimpin klasemen pada awal musim sebelum posisinya tergeser, terutama oleh Marquez yang terus menjauh usai tampil solid di Sepang.
Balapan sprint berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Hujan ringan sempat turun dan membuat karakter lintasan berubah di tengah lomba.
Bezzecchi mengaku keberadaan pebalap di depannya sangat membantu sebagai acuan. Itu jadi modal buat mengejar dan menyalip Ogura di sisa putaran.
"Saya senang. Itu Sprint Race yang bagus. Kondisinya tidak mudah, tetapi pada akhirnya mungkin posisi saya justru yang terbaik jika harus memilih," ujarnya.
"Ketika hujan mulai turun, saya tahu ada pebalap di depan yang bisa menjadi acuan. Itu membantu saya untuk melakukan sedikit lebih baik darinya dan mengejar. Tentu saja, situasinya tetap tidak mudah. Namun, itu penampilan yang bagus dan saya senang," kata Bezzecchi.
Peta perebutan gelar bisa berubah drastis dalam balapan utama MotoGP Malaysia, Minggu (1/11). Jika Marquez memenangi lomba di Sepang, ia berpeluang mengantongi match point pertama pada seri berikutnya di Qatar.
Bagi Bezzecchi, situasi ini menuntut konsistensi di sisa musim. Selisih 52 poin memang tidak kecil, tetapi belum menutup pintu selama balapan utama masih menyisakan poin besar.