KAI Proyeksikan 141,3 Juta Pelanggan Kereta Api pada 2030

Penulis: Tedy Rustandi  •  Rabu, 04 November 2026 | 08:49:31 WIB
KAI memproyeksikan 141,3 juta pelanggan kereta api pada 2030, naik sekitar 67 persen dari 84,6 juta pelanggan pada 2025.

MALUKU — PT Kereta Api Indonesia (Persero) memproyeksikan jumlah pelanggan layanan kereta api menembus 141,3 juta orang pada 2030, naik sekitar 67 persen dari 84,6 juta pelanggan pada 2025. Lonjakan itu menjadi dasar KAI menyusun rencana pengembangan kapasitas, sarana, dan layanan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan peningkatan mobilitas masyarakat menjadi perhatian utama dalam penyusunan RJPP 2026–2030. Proyeksi pelanggan mencakup layanan kereta api jarak jauh, lokal, hingga LRT. Angka itu disebut menjadi acuan perusahaan dalam merencanakan pengembangan kapasitas, sarana, serta layanan untuk kebutuhan transportasi pada tahun-tahun mendatang.

Gapeka 2026 Berlaku 1 Desember

Langkah terdekat yang disiapkan KAI adalah pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 mulai 1 Desember 2026. Penyesuaian jadwal dilakukan untuk merespons pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat.

Lewat Gapeka 2026, KAI menambah kapasitas tempat duduk, menambah perjalanan, serta memperluas pilihan stasiun keberangkatan dan tujuan. Secara keseluruhan, kapasitas tempat duduk terprogram naik dari 168.316 menjadi 176.782 tempat duduk per hari, bertambah 8.466 tempat duduk atau 5,03 persen dibandingkan Gapeka 2025.

"Kapasitas KA antarkota di Jawa meningkat dari 132.680 menjadi 137.846 tempat duduk per hari. Sementara itu, kapasitas di Sumatra meningkat dari 35.636 menjadi 38.936 tempat duduk per hari, bertambah 3.300 tempat duduk atau 9,26 persen," kata Anne.

Rute Baru dan Tambahan Perjalanan

Sejalan dengan penambahan kapasitas, jumlah perjalanan KA penumpang terprogram dalam Gapeka 2026 bertambah dari 1.813 menjadi 1.852 perjalanan, atau naik 39 perjalanan. KAI juga menghadirkan layanan baru KA Pandawa relasi Semarang Tawang–Solo Balapan–Yogyakarta pergi pulang dengan empat perjalanan terprogram.

Di Sumatra Utara, ada tambahan satu perjalanan KA Datuk Belambangan dan empat perjalanan KA Sri Lelawangsa. Untuk layanan jarak jauh, KAI menambah dua perjalanan KA Brawijaya relasi Malang–Gambir pergi pulang. Tambahan perjalanan dan perluasan titik pemberhentian juga disiapkan pada sejumlah relasi lain.

"Pengembangan layanan mempertimbangkan pola perjalanan masyarakat serta kebutuhan konektivitas antardaerah," tutur Anne.

Siapa yang Diuntungkan

Penambahan 8.466 tempat duduk per hari berarti lebih banyak tiket yang bisa dijual KAI setiap hari, terutama di rute padat Jawa dan Sumatra. Bagi penumpang, perluasan stasiun keberangkatan dan pemberhentian memangkas jarak tempuh ke titik naik kereta.

Kenaikan kapasitas di Sumatra sebesar 9,26 persen menjadi yang paling agresif, mengindikasikan KAI mulai menggarap pasar luar Jawa lebih serius. Sebelumnya, pertumbuhan penumpang KAI banyak ditopang rute antarkota Jawa.

Penutup: Dengan proyeksi kenaikan pelanggan sekitar 67 persen dalam lima tahun, Gapeka 2026 menjadi ujian pertama kesiapan KAI. Jika realisasi penumpang sesuai target, penambahan sarana dan kapasitas akan jadi agenda tahunan, bukan sekali jalan.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top