MALUKU — PT PLN (Persero) mempercepat pembangunan Jaringan Listrik Desa (Lisdes) Anggaran Biaya Tambahan 2026 di Provinsi Gorontalo dengan menyasar 17 lokasi, dan empat di antaranya telah menyelesaikan tahap konstruksi. Percepatan ini menyasar desa-desa yang selama ini belum menikmati aliran listrik, terutama di Kabupaten Gorontalo yang mencakup 14 dari 17 titik pembangunan.
Sebanyak 13 lokasi sisa masih dikebut pengerjaannya secara paralel oleh Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Gorontalo. Sebaran titik pembangunan mencakup Kabupaten Gorontalo 14 lokasi, Kabupaten Gorontalo Utara 2 lokasi, dan Kabupaten Boalemo 1 lokasi. Percepatan ini menjadi bagian dari upaya PLN memperluas akses dan pemerataan energi listrik di wilayah pelosok.
Progres Fisik: 336 Tiang Berdiri dari Target 963
Dari sisi realisasi infrastruktur, PLN telah mendirikan 336 batang tiang dari total target 963 batang. Jaringan Tegangan Menengah (JTM) terealisasi 1,555 kilometer sirkit (kms) dari target 24,65 kms, sedangkan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) baru mencapai 5,06 kms dari 29,99 kms.
Kapasitas gardu distribusi yang sudah terpasang baru 100 kiloVolt Ampere (kVA) dari rencana 1.050 kVA. Angka-angka ini menunjukkan pekerjaan lapangan masih berada di tahap awal, dengan penarikan jaringan menjadi fokus utama tim di lapangan.
Empat Lokasi Sudah Rampung Konstruksi
Empat lokasi yang telah menyelesaikan tahap pekerjaan konstruksi menjadi penanda pertama bahwa program ini mulai menuai hasil. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Wahyu Prasetyo, menegaskan komitmen perusahaan tidak berhenti pada penyaluran listrik.
"Listrik adalah jantung dari pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui akselerasi program Lisdes ABT 2026 di Gorontalo ini, PLN berkomitmen hadir hingga ke pelosok desa agar masyarakat di wilayah yang selama ini belum terjangkau dapat segera menikmati akses listrik yang andal," ungkap Wahyu.
Wahyu menambahkan, kehadiran energi listrik diharapkan membuka peluang baru, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan warga setempat.
13 Lokasi Sisa Dikejar Paralel
Manager UP2K Gorontalo, Nofrianus Majampoh, menyatakan tim lapangan bekerja maksimal dengan mengedepankan kualitas dan keselamatan kerja. Fokus utama saat ini adalah percepatan penarikan jaringan dan pemasangan infrastruktur kelistrikan di 13 lokasi sisa.
"Kami berfokus melakukan percepatan penarikan jaringan dan pemasangan infrastruktur kelistrikan di 13 lokasi sisa secara paralel. Koordinasi di lapangan terus kami intensifkan agar seluruh kendala teknis dapat teratasi dengan cepat, sehingga masyarakat desa bisa segera menikmati listrik terang," ujar Nofrianus.
PLN juga melakukan pemantauan dan evaluasi berkala di setiap lokasi untuk menjaga ketepatan waktu dan mutu pekerjaan. Koordinasi aktif dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat terus digencarkan untuk memperlancar perizinan, kesiapan lokasi, pembebasan lahan, hingga mobilisasi material ke titik-titik yang menantang.
Dukungan Pemprov Gorontalo dan Imbauan Keselamatan
Kelancaran program ini tidak lepas dari dukungan Gubernur Gorontalo beserta jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo. Sinergi tersebut mempermudah perizinan, pembebasan jalur tanaman (Right of Way/ROW), hingga proses pembangunan infrastruktur kelistrikan di lapangan. PLN menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemprov yang konsisten mengawal program ini.
Di sisi lain, PLN mengimbau masyarakat menjaga keandalan jaringan dan keselamatan ketenagalistrikan (K2) di sekitar lokasi pembangunan. Dukungan warga dalam merelakan pohon atau tanaman yang berpotensi menyentuh jaringan listrik dinilai krusial agar pasokan listrik menyala aman tanpa gangguan teknis di kemudian hari.
Bagi warga pelosok Gorontalo, percepatan Lisdes ABT 2026 bukan sekadar urusan infrastruktur. Listrik yang masuk ke desa membuka jalan bagi aktivitas ekonomi, penerangan rumah, hingga layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik. Posisi PLN sebagai penyedia listrik negara diuji di sini: apakah target 17 lokasi bisa tuntas sesuai jadwal, atau progres fisik yang baru sepertiga jalan menjadi sinyal perlunya tambahan sumber daya lapangan.