AMBON — Kepengurusan baru Pengprov PASI Maluku menghadapi persoalan prestasi yang menurun dari tahun ke tahun. Levinus Kariuw menyebut penurunan itu sebagai alasan utama dirinya menerima tanggung jawab memimpin organisasi cabang olahraga atletik tersebut.
Pelantikan pengurus periode 2026-2030 berlangsung di Pacific Hotel, Ambon. Sebelum resmi dilantik, tim yang dibentuk melalui Musyawarah Provinsi pada Agustus 2026 sudah bergerak menyiapkan empat atlet untuk Kejurnas Junior.
Hasilnya, kontingen Maluku membawa pulang dua medali emas. Atlet peraih medali hadir langsung dalam pelantikan pengurus di Ambon.
"Puji Tuhan, hasilnya sangat membanggakan karena kita berhasil meraih dua medali emas. Atlet-atlet yang telah mengharumkan nama Maluku tersebut juga hadir bersama kita pada kesempatan ini," kata Levinus.
Menurutnya, capaian itu membuktikan Maluku masih punya potensi atletik yang mampu bersaing di tingkat nasional. Namun prestasi tidak bisa hanya bergantung pada kemampuan atlet.
Levinus menegaskan kebangkitan atletik tidak bisa hanya mengandalkan pengurus provinsi. Pihaknya membutuhkan sinergi pemerintah daerah, pengurus kabupaten/kota, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.
"Kebangkitan atletik tidak bisa hanya mengandalkan pengurus provinsi, kita butuhkan sinergi pemerintah daerah, pengurus kabupaten/kota, pelatih, atlet, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga," ujarnya.
Dalam sejarah olahraga Maluku, atletik termasuk cabang yang diharapkan menyumbang prestasi dan medali bagi daerah. Kenyataannya, prestasi cabang ini justru menurun dari tahun ke tahun.
Pembenahan internal organisasi menjadi prioritas. PASI Maluku masih menghadapi keterbatasan anggaran hingga administrasi kepengurusan yang belum tertata di sejumlah kabupaten/kota.
Berdasarkan catatan Pengprov PASI Maluku, kepengurusan yang masih aktif antara lain Kota Ambon, Kota Tual, dan Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah lain masih dalam proses penyelesaian administrasi dan pelantikan.
Levinus meminta kabupaten yang belum melaksanakan Musyawarah Kabupaten mempercepat konsolidasi, termasuk Kabupaten Buru Selatan.
"Masih terdapat lima kabupaten yang berdasarkan catatan kami belum melaksanakan Muskab. Kami berharap hal ini menjadi perhatian bersama sehingga seluruh kepengurusan PASI di Maluku dapat segera terbentuk dan berjalan secara optimal," ucapnya.
Di tengah pembenahan organisasi, PASI Maluku mulai menyiapkan atlet menghadapi Kejurnas Senior di Jakarta pada 22 November 2026. Pembenahan kepengurusan diharapkan berjalan seiring peningkatan kualitas latihan dan kesiapan atlet.
Levinus menegaskan periode 2026-2030 tidak boleh sekadar pergantian struktur. Kepengurusan baru dituntut menghasilkan perubahan nyata bagi masa depan atletik Maluku.
"Dengan kebersamaan, komitmen, dan kerja keras, kita berharap prestasi atletik Maluku dapat kembali meningkat dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional," tandasnya.