Angela Tanoesoedibjo Kunjungi Hutan Sagu Rutong Ambon, Dorong Ekowisata Berbasis Adat Jadi Motor Ekonomi Warga

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Minggu, 08 November 2026 | 13:46:01 WIB
Angela Tanoesoedibjo disambut Raja Negeri Rutong Reza Maspaitella bersama tokoh adat dan warga setempat.

AMBON — Kedatangan Angela Tanoesoedibjo ke Negeri Rutong disambut langsung Raja Negeri Rutong Reza Maspaitella bersama tokoh adat dan warga setempat. Rombongan Partai Perindo diajak menyusuri kawasan hutan sagu alami yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di Kecamatan Leitimur Selatan itu.

Dalam kunjungan tersebut, Angela menyaksikan proses pengolahan sagu secara tradisional dan mencicipi aneka hidangan khas berbahan dasar sagu. Negeri Rutong selama ini dikenal sebagai kawasan wisata berbasis kearifan lokal yang memadukan hutan sagu, kuliner tradisional, dan keramahan masyarakat adat.

Hutan Sagu Jadi Daya Tarik Wisata yang Bernilai Edukasi

Potensi hutan sagu di Negeri Rutong bukan sekadar lanskap alam. Kawasan itu menyimpan nilai edukasi, budaya, dan ekonomi yang saling terkait, sehingga cocok dikembangkan sebagai destinasi ekowisata.

Angela menilai upaya warga menjaga hutan sagu sekaligus mengembangkannya sebagai objek wisata patut diapresiasi. Menurutnya, model pengelolaan seperti itu memperlihatkan bahwa kemajuan ekonomi tidak harus berbenturan dengan pelestarian alam.

“Pada dasarnya kami ke sini untuk silaturahmi dan berdialog tentunya dengan warga, masyarakat dan juga sedikit memberikan bantuan kepada sekolah. Karena harapannya Negeri Rutong ini adalah percontohan yang luar biasa bagaimana kemajuan ekonomi itu berdampingan dengan kelestarian alam, kelestarian adat istiadat dan juga pemberdayaan masyarakat,” kata Angela, sebagaimana dikutip Minggu (8/11/2026).

Bantuan untuk Sekolah dan Dialog dengan Warga

Selain meninjau kawasan ekowisata, rombongan menyerahkan bantuan bagi sekolah di Negeri Rutong. Bantuan itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan yang dirangkai dengan dialog bersama warga dan tokoh masyarakat.

Dialog tersebut membahas peluang pengembangan ekonomi warga yang bertumpu pada potensi alam dan tradisi adat. Pemerintah negeri dan masyarakat setempat selama ini mengandalkan hutan sagu sebagai sumber penghidupan sekaligus identitas budaya.

Mengapa Ekowisata Berbasis Adat Menjadi Penting bagi Maluku

Maluku memiliki banyak negeri adat dengan kekayaan alam yang belum tergarap optimal sebagai destinasi wisata. Model pengelolaan berbasis masyarakat seperti di Negeri Rutong dinilai lebih menjaga kelestarian lingkungan dibanding pembangunan wisata berskala besar.

Kawasan Leitimur Selatan sendiri berada tak jauh dari pusat Kota Ambon, sehingga relatif mudah dijangkau wisatawan. Jarak tempuh yang singkat dari pusat kota memberi nilai tambah bagi pengembangan ekowisata berbasis kampung adat.

Kunjungan Angela ke Negeri Rutong menempatkan potensi hutan sagu Rutong dalam sorotan yang lebih luas. Bagi warga setempat, perhatian terhadap kawasan ini diharapkan berlanjut menjadi dukungan nyata bagi pengembangan usaha wisata dan pemberdayaan ekonomi kampung.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top