MALUKU — Setelah setahun penuh diguncang kritik karena terlalu memaksakan integrasi Copilot—hingga dijuluki "Microslop" oleh komunitas—Microsoft akhirnya membalikkan haluan. Raksasa software asal Redmond itu kini mengalihkan fokus pengembangan ke perbaikan fundamental sistem operasi, dan File Explorer menjadi prioritas utama.
Dari WinUI 2 ke WinUI 3: Lompatan Performa yang Terukur
Dalam unggahan di halaman GitHub Windows UI, tim pengembang Microsoft membeberkan detail teknis di balik perubahan ini. Kuncinya ada pada migrasi komponen sistem ke WinUI 3, kerangka antarmuka generasi terbaru yang diklaim jauh lebih efisien.
"Misi kami adalah menjadikan WinUI 3 platform UI native terbaik untuk pengalaman dan aplikasi Windows," tulis Microsoft dalam pengumuman tersebut. "Performa adalah inti dari upaya ini."
Hasil pengujian internal menunjukkan angka yang sulit dibantah. Dengan WinUI 3, File Explorer mencatatkan pengurangan alokasi sumber daya sebesar 41 persen, alokasi sementara turun 63 persen, dan panggilan fungsi berkurang 45 persen. Waktu yang dihabiskan dalam kode WinUI juga terpangkas 25 persen.
Koreksi Arah Setelah Tahun AI yang Berlebihan
Langkah ini tidak bisa dilepaskan dari evaluasi internal Microsoft sepanjang 2025. Saat itu perusahaan begitu agresif menyematkan Copilot ke berbagai sudut Windows—dari sidebar hingga menu konteks—namun respons pengguna justru dingin. Sekitar Oktober 2025, Microsoft menyadari bahwa antusiasme terhadap AI-nya tidak sedahsyat yang dibayangkan.
Alih-alih terus memaksakan fitur yang tidak diminta, perusahaan mulai menarik kembali beberapa integrasi Copilot dan mengerahkan insinyur untuk menyelesaikan "pain points" utama Windows 11. File Explorer yang lamban menjadi salah satu keluhan tertua yang akhirnya mendapat perhatian serius.
Kapan Pembaruan Ini Hadir ke Pengguna Indonesia?
Microsoft menyatakan target untuk merilis perubahan ini dari cabang pengembangan (development branch) "segera." Namun, belum ada tanggal pasti kapan pembaruan akan menjangkau pengguna stabil Windows 11, termasuk di Indonesia.
Yang jelas, bagi pengguna yang selama ini mengandalkan File Explorer untuk navigasi file sehari-hari—dari pekerja kantoran hingga kreator konten—peningkatan ini berarti waktu loading yang lebih singkat dan pengalaman multitasking yang lebih ringan. Setelah bertahun-tahun menjadi titik lemah Windows 11, File Explorer akhirnya mendapat napas baru.