AMBON — Sebanyak ratusan peserta dari berbagai kecamatan di Kota Ambon mengikuti LASKI Nusantara Fest 2026 yang digelar di Islamic Center, Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini menjadi pintu seleksi bagi para pemenang untuk mewakili Kota Ambon di ajang tingkat Provinsi Maluku.
Festival yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LASKI Nusantara Jaya Kota Ambon ini mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari vokalis dan rebana untuk kelompok anak-anak, remaja, hingga dewasa putra-putri. Panitia juga membuka kategori khusus bagi ibu-ibu majelis taklim se-Kota Ambon.
Bukan Sekadar Lomba, tapi Sarana Dakwah dan Silaturahmi
Ketua DPD LASKI Nusantara Jaya Kota Ambon, Abas Rumadan, menegaskan festival ini dirancang bukan hanya sebagai ajang kompetisi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi media dakwah dan pelestarian seni Islami yang dekat dengan masyarakat.
"Seni kasidah dan nasyid dapat menjadi media penyampaian pesan-pesan kebaikan dengan cara yang kreatif dan mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda," kata Abas dalam sambutannya.
Ia mengingatkan para peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan memastikan proses penilaian dewan juri berjalan profesional dan transparan. Abas juga meminta peserta yang belum berhasil menjadi juara untuk tidak berkecil hati dan terus mencoba pada kesempatan berikutnya.
Jalur Berjenjang dari Kecamatan menuju Provinsi
Ketua Panitia LASKI Nusantara Fest 2026 tingkat Kota Ambon, Nita Bin Umar, menjelaskan bahwa peserta yang bertanding merupakan hasil seleksi di tingkat kecamatan. Mereka kembali bersaing untuk memperebutkan tiket mewakili Kota Ambon pada ajang tingkat provinsi.
Proses seleksi berjenjang ini dinilai penting untuk menjaring bakat terbaik di setiap wilayah. Panitia menargetkan para pemenang nantinya mampu bersaing dengan kontingen dari kabupaten dan kota lain di Maluku.
Dukungan Penuh Pemkot Ambon untuk Pembinaan Karakter
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini. Ia menilai LASKI Nusantara Fest merupakan bagian dari proses pembinaan seni kasidah yang dilakukan secara berkelanjutan.
"LASKI Nusantara Fest bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana untuk menjaga dan melestarikan seni kasidah yang di dalamnya terkandung nilai-nilai keagamaan, moral, dan pendidikan bagi generasi muda Islam di Kota Ambon," ujar Wattimena.
Ia berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus mendukung upaya Pemerintah Kota Ambon dalam membentuk karakter masyarakat dan menciptakan generasi muda yang bermoral. Pembukaan festival ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD Kota Ambon, Kantor Kementerian Agama, serta perwakilan Bank Indonesia, OJK, dan PNM.