Pencarian

BBRMP Maluku Siapkan Mitigasi El Nino, 5 Hektare Lahan di Seram Bagian Timur Diselamatkan dari Kekeringan

Rabu, 09 September 2026 • 08:31:02 WIB
BBRMP Maluku Siapkan Mitigasi El Nino, 5 Hektare Lahan di Seram Bagian Timur Diselamatkan dari Kekeringan
Kepala BBRMP Maluku Gunawan memaparkan empat strategi utama mitigasi El Nino dalam rapat koordinasi di Ambon, Selasa (8/9).

AMBON — Kekeringan akibat El Nino mulai mengancam sektor pertanian di Maluku. Kepala BBRMP Maluku Gunawan mengungkapkan, dampak paling signifikan terlihat di Bendungan Waimatakabu, Seram Bagian Timur, dengan penurunan debit air yang drastis.

Melalui kolaborasi Dinas Pertanian kabupaten, penyuluh, dan Balai Wilayah Sungai (BWS), sekitar 5 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut masih dapat diselamatkan dari gagal panen.

Strategi Adaptasi Menghadapi Kekeringan

Gunawan memaparkan empat langkah utama yang disiapkan untuk mengantisipasi dampak lebih luas. Penyesuaian pola dan strategi tanam menjadi prioritas pertama, disusul penggunaan varietas tanaman yang adaptif terhadap kekeringan.

Efisiensi pemanfaatan sumber daya air juga menjadi fokus, diperkuat dengan penguatan koordinasi dan respons cepat di lapangan. Langkah-langkah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Program Pertanian Provinsi Maluku dan Penanganan El Nino yang digelar di Aula Gandaria BBRMP Maluku.

Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci

"Kondisi ini menunjukkan pentingnya koordinasi yang cepat dan terpadu untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap produksi pertanian," ujar Gunawan di Ambon, Selasa (8/9).

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie menegaskan, pembangunan sektor pertanian memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus mendorong hilirisasi pertanian. Sadali mendorong penguatan koordinasi lintas sektor sebagai langkah antisipatif.

BMKG Ingatkan Perlindungan Tanaman

Kepala BMKG Ambon Sujabar menekankan pentingnya langkah mitigasi secara terencana dan terukur. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi penyesuaian waktu tanam, pemilihan varietas, efisiensi penggunaan air, hingga pengelolaan lahan.

Perlindungan tanaman dan sistem respons cepat terhadap perkembangan kondisi iklim juga menjadi catatan penting dari BMKG. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ketidakpastian cuaca.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks