Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengajak seluruh warga berkolaborasi menjaga kebersihan untuk mewujudkan Ambon sebagai kota yang bersih, sehat, dan nyaman. Ajakan itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon di Lapangan Merdeka, Senin.
AMBON — Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan kebersihan tidak boleh hanya menjadi program pemerintah sesaat, melainkan harus menjelma menjadi budaya hidup dan tanggung jawab bersama. Ia meminta warga mengubah pola pikir bahwa menjaga kota bukan sekadar tugas aparatur sipil negara atau petugas kebersihan.
“Kalau kita cinta Ambon, jaga Ambon,” kata Bodewin di Ambon, Senin.
Menurut Bodewin, perubahan besar selalu dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan setiap orang. Kesadaran itu bisa dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Ambon Bersih Bukan Sekadar Slogan HUT ke-451
Tema HUT Kota Ambon tahun ini, “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, ditegaskan Bodewin bukan sekadar slogan perayaan. Tema tersebut menjadi ajakan membangun gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih dan sehat.
Bodewin mengatakan, kota yang bersih tidak hanya berarti bebas dari sampah. Lebih dari itu, kebersihan mencerminkan masyarakat yang memiliki kesadaran, kedisiplinan, serta rasa memiliki terhadap lingkungannya.
Kebersihan Dimulai dari Rumah Hingga Kawasan Bersejarah
Warga diminta membiasakan menjaga kebersihan mulai dari rumah, lorong, sekolah, kantor, pasar, terminal, pantai, sungai, ruang publik, hingga kawasan bersejarah di Kota Ambon. Kebiasaan ini, kata dia, tidak boleh dilakukan hanya ketika ada kunjungan tamu penting, perlombaan, atau perayaan tertentu.
“Ambon adalah rumah besar kita semua. Menjaga kebersihan kota adalah tanggung jawab setiap orang yang tinggal dan hidup di kota ini,” ujarnya.
Gerakan Bersih Jadi Kunci Wujudkan Maluku Sehat
Bodewin mengaitkan gerakan “Ambon Bersih” dengan upaya mewujudkan Maluku Sehat. Lingkungan yang bersih memberikan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Memasuki usia ke-451 tahun, Kota Ambon menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Mulai dari persoalan lingkungan, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pertumbuhan kota.
“Peringatan hari ulang tahun ini bukan sekadar menghitung bertambahnya usia Kota Ambon, tetapi menjadi momentum untuk melihat perjalanan masa lalu, mensyukuri pencapaian hari ini, dan menentukan arah Ambon di masa yang akan datang,” ucapnya.